Risiko Tugas Perutusan

Kamis, 13 Desember 2018 – Peringatan Wajib Santa Lusia

253

Matius 11:11-15

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan — jika kamu mau menerimanya — ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

***

Penjara adalah tempat untuk “menaruh” orang-orang yang dihukum karena melakukan perbuatan melanggar hukum, seperti mencuri, membunuh, memakai obat-obat terlarang, melakukan korupsi, dan lain sebagainya. Namun, terkadang kita temukan ada juga orang benar yang dimasukkan ke dalam penjara karena mereka difitnah, dijebak, atau diperlakukan tidak adil.

Yesus kali ini memberi kesaksian tentang Yohanes sebagai seorang nabi besar. Kebesaran Yohanes ditentukan oleh tugas besar yang diembannya, yaitu menyiapkan jalan bagi Tuhan. Yohaneslah Nabi Elia yang diutus Allah untuk menyiapkan jalan bagi-Nya, sebagaimana telah dinubuatkan dalam Kitab Maleakhi, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!” (Mal. 3:1); dan, “Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia  kepadamu  menjelang datangnya  hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu” (Mal. 4:5).

Sama seperti nabi-nabi lain, tugas Yohanes Pembaptis tidak mudah. Yesus sendiri bersabda bahwa sejak tampilnya Yohanes Pembaptis, Kerajaan Surga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Karena tugas perutusan yang dilaksanakannya, Yohanes mengalami banyak kekerasan. Ia – sang suara yang menyerukan pertobatan dari padang gurun – bahkan kemudian dimasukkan ke dalam penjara karena menyuarakan kebenaran, dan akhirnya mati dipenggal kepalanya.

Di setiap akhir perayaan Ekaristi, kita semua akan mendapat berkat dan tugas perutusan dari Tuhan, “Pergilah kita semua diutus.” Kita diutus untuk mengamalkan nasihat-nasihat Injil: mengasihi orang yang memusuhi kita, mendoakan dan memberkati mereka yang menganiaya kita, mengampuni mereka yang bersalah kepada kita, juga menghindari ketamakan, iri hati, kesombongan, dan kemunafikan. Semua keutamaan itu bisa kita temukan dalam seluruh hidup Yohanes dan terlebih lagi dalam seluruh hidup Tuhan kita Yesus Kristus. Kita diundang untuk seperti mereka. Meski tidak mudah, tetapi kita dipanggil, diutus, dan diberi kekuatan oleh Tuhan. Semoga dengan kekuatan Kristus, kita dapat melaksanakan tugas perutusan ini dengan penuh sukacita, meski harus berhadapan dengan berbagai kesulitan, ancaman, dan mungkin penjara.