Kerajaan Allah Sudah Datang

Kamis, 28 Maret 2019 – Hari Biasa Pekan III Prapaskah

1004

Lukas 11:14-23

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

***

Kadang terjadi bahwa orang berbuat baik justru disalahmengerti. Tuduhannya pun beragam, mulai dari pencitraan, ada udang di balik batu, sampai pamer kesalehan. Yesus yang hari ini berbuat baik, menyembuhkan orang yang kerasukan setan sehingga orang tersebut bisa kembali berbicara, dituduh mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, si penghulu setan. Yang lainnya lagi malahan menuntut Yesus agar membuat tanda dari surga agar mereka bisa percaya bahwa Dia adalah utusan Allah.

Menanggapi tuduhan itu, Yesus menegaskan tiga hal. Pertama, tidak mungkin Dia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, sebab hal itu justru menunjukkan keterpecahan dan keruntuhan kerajaan setan sendiri. Kedua, bila mereka menuduh Yesus melakukan pengusiran setan dengan kuasa Beelzebul, lalu dengan kuasa mana pula para pengusir setan dari kalangan Yahudi ketika melakukan hal yang sama? Ketiga, bila Yesus mengusir setan dengan kuasa Allah, itu berarti Kerajaan Allah telah hadir di tengah mereka. Dengan kuasa Allah pula dahulu Harun, kakak Musa, mendatangkan tulah nyamuk atas seluruh Mesir (Kel. 8:19). Pengusiran setan dengan kuasa Allah ini juga menunjukkan bagaimana nubuat pembebasan bagi mereka yang terbelenggu telah digenapi dalam diri Yesus (Luk. 4:18).

Selanjutnya Yesus menyampaikan perumpamaan bahwa seorang kuat dengan senjata lengkap mampu mengamankan rumahnya. Namun, bila ada orang yang jauh lebih kuat datang, menyerang, dan mengalahkannya, maka si orang kuat itu akan kalah dan harta miliknya akan dirampas serta dibagi-bagikan. Yang dimaksudkan dengan orang kuat yang bersenjatakan lengkap adalah Iblis yang menguasai seseorang. Ketika Yesus yang jauh lebih kuat datang, Ia mampu mengalahkannya Iblis itu dan sanggup menghadirkan kebebasan bagi manusia.

Peristiwa kerasukan roh jahat sampai sekarang masih sering terjadi. Hal demikian tidak perlu membuat kita bimbang dan ragu, sebab Yesus tetaplah pribadi yang berkuasa, yang sanggup mengalahkan kuasa setan dan membebaskan orang dari pengaruh roh jahat. Dalam situasi demikian, seandainya ada orang Katolik yang terkena pengaruh roh jahat ataupun guna-guna, silakan diantarkan kepada pastor paroki setempat untuk mendapatkan pelayanan doa. Kuasa Yesus sungguh nyata sampai kapan pun.

Dalam perjuangan hidup sebagai orang beriman, terkadang kita juga merasa bahwa kuasa dan godaan Iblis seakan terus mengintai hendak memperdaya kita. Memang Iblis tidak pernah menyerah dalam menggoda manusia. Ia bahkan dengan sabar menantikan saat yang tepat untuk menjebak kita agar jatuh ke dalam dosa (bdk. Luk. 4:11). Namun, syukur kepada Allah, kita memiliki Kristus yang akan bertindak dengan kuasa Allah untuk mengusir semua pengaruh dan godaan si jahat.

Mari kita mohon perlindungan dan pembebasan dari Kristus! Manakala bersandar pada Tuhan sendiri, niscaya kita akan mampu menghadapi godaan si jahat.