Kuatkanlah Hatimu

Jumat, 27 September 2019 – Peringatan Wajib Santo Vinsensius a Paulo

184

Hagai 2:1b-9

Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: “Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

***

Membangun kembali Bait Allah di Yerusalem bukanlah perkara mudah. Masalah datang bukan dalam hal biaya, melainkan dalam hal semangat umat yang sudah patah sehingga hampir-hampir tidak ada. Banyak umat berpikir, untuk apa Bait Allah dibangun kembali kalau toh nantinya akan dihancurkan lagi jika mereka jatuh dalam ketidaktaatan seperti generasi-generasi sebelumnya. Dengan demikian, masalah terletak pada mental umat, dan justru inilah masalah yang utama. Uang bisa dicari, bahan-bahan material bisa diusahakan, tetapi semangat membara yang sudah mati amat sangat sulit untuk dikobarkan lagi.

Di tengah-tengah masalah pelik itu, Tuhan berfirman melalui Nabi Hagai. Ia menyampaikan  penghiburan dan penguatan yang luar biasa. Ditujukan kepada Zerubabel, Imam Yosua, dan kepada seluruh penduduk negeri, Tuhan berseru, “Kuatkanlah hatimu!” Ia berjanji akan menyertai mereka selama mereka bekerja keras menyelesaikan pembangunan Bait Allah. Roh Tuhan akan tetap tinggal di tengah-tengah mereka. Tuhan akan mendatangkan berkat berlimpah kepada umat-Nya, sehingga mereka akan hidup dalam damai sejahtera.

Penghiburan inilah yang membakar hati orang-orang Israel dalam menyelesaikan pembangunan Bait Suci di Yerusalem. Semangat yang sempat padam sekarang berkobar lagi. Ada pelangi di balik segala perjuangan dan pengorbanan, dan hal itu berasal dari sabda Tuhan, Allah yang Mahakuasa.