Berziarah Bersama Bunda Maria

Rabu, 1 Januari 2020 – Hari Raya Santa Maria Bunda Allah

380

Lukas 2:16-21

Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

***

Selamat tahun baru untuk kita semua. Di hari pertama tahun 2020, kita bersyukur kepada Tuhan atas rahmat yang telah kita terima selama satu tahun yang lalu, dan kita bersyukur masih diberi napas serta kesempatan untuk menghirup udara di tahun ini. Kita membawa sejuta harapan untuk hidup dan menjadi orang yang lebih baik lagi di tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, yang memang dirayakan oleh Gereja setiap awal tahun, yakni tanggal 1 Januari. Gereja mengundang kita semua untuk memulai perjalanan setiap tahun bersama Bunda Maria yang adalah bunda Kristus, sang Penyelamat kita. Berziarah bersama Bunda Maria berarti melakukan perjalanan bersama Kristus, sang Putra. Kita semua mengetahui bahwa Bunda Maria setia mendampingi putranya sampai wafat di salib.

Dalam bacaan pertama (Bil. 6:22-27), Tuhan menjanjikan berkat dan perlindungan kepada bangsa Israel. Ia berjanji akan menyinari dan menganugerahkan damai sejahtera kepada mereka. Sedangkan dalam bacaan kedua (Gal. 4:4-7), Paulus menyatakan bahwa Allah mengutus Putra-Nya untuk menebus kita, sehingga kita menjadi anak-anak Allah. Allah mengutus Putra-Nya melalui rahim seorang perempuan, dan perempuan itu adalah Maria. Maria adalah Bunda Allah, Bunda Gereja, bunda kita semua.

Perjalanan ziarah bersama Bunda Maria mengundang kita untuk selalu dekat dengannya dan meneladani ketaatannya kepada Tuhan. Maria adalah perempuan yang rendah hati. Ia memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan sejak masa mudanya, sehingga mampu mengenali suara dan kehendak Tuhan dalam dirinya. Keterbukaan Maria pada kehendak Allah telah membuka jalan keselamatan kita.

Dalam bacaan Injil hari ini dikatakan bahwa “Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.” Apa pun yang terjadi, Maria yakin bahwa itu adalah kehendak Allah. Satu-satunya yang membuat Maria mampu mengenali kehendak Allah dalam dirinya adalah relasinya yang begitu dekat dengan-Nya. Orang yang saling mencintai akan mampu menangkap kehendak satu sama lain meski tidak mengatakannya secara verbal. Demikian juga relasi antara Allah dan Maria.

Marilah kita menjalani ziarah bersama Bunda Maria di tahun 2020 ini dengan meneladani kerendahan hatinya dan relasinya yang terus-menerus akrab dengan Tuhan. Semoga dengan itu kita pun mampu mengenali dan melaksanakan kehendak-Nya.