Aturan Emas

Senin, 9 Maret 2020 – Hari Biasa Pekan Prapaskah II

127

Lukas 6:36-38

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

***

Tanpa perlu dikatakan, salah satu aturan yang sering diterapkan dalam hubungan antarmanusia adalah “aturan emas” (atau ungkapan yang lebih umum: “hukum yang paling utama”). Inti dari “aturan emas” adalah: lakukan apa yang kita ingin orang lain lakukan kepada kita. 

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus kembali mengingatkan para murid-Nya akan aturan tersebut. Namun, kali ini yang lebih ditekankan Yesus adalah agar kita tidak saling menghakimi dan saling menghukum. “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi … Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Dari waktu ke waktu, salah satu kecenderungan manusia adalah suka mementingkan diri sendiri. Kita suka menyenangkan atau melindungi diri sendiri yang kadang kala dilakukan dengan membahayakan, menyakiti, atau menghakimi orang lain. Dengan kata lain, kita mudah mengorbankan orang lain demi keuntungan pribadi. Suasana menjadi semakin kacau karena biasanya kemudian terjadi aksi balas-membalas.

Hendaknya kita meneladani Tuhan yang maharahim dan maha pengampun. Ia senantiasa murah hati dan setia kepada umat-Nya. Meskipun kita sering kali tidak setia, Allah tetap setia. Meskipun kita sering kali berdosa, Allah tetap menanti pertobatan kita.

Saudara-saudari sekalian, mari kita memohon pengampunan atas segala kesalahan dan kelalaian kita dalam memperlakukan Tuhan dan sesama. Selalu ada ampun dari Tuhan bagi orang yang bertobat.