Tuhan, Ajarlah Kami Berdoa

Rabu, 7 Oktober 2020 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario

198

Lukas 11:1-4

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

***

Manusia pada umumnya sulit untuk menerima perintah dan larangan dalam bentuk verbal atau kata-kata: Harus begini, harus begitu, tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Orang bahkan cenderung semakin ingin melakukan sesuatu yang dilarang. Semakin keras suatu peraturan, semakin bersemangat orang untuk melanggar peraturan itu. Di lain pihak, mereka yang memberi perintah atau peraturan dituntut agar mampu pula menaatinya. Jangan sampai mereka hanya bisa menyuruh, tetapi tidak bisa melaksanakannya.

Namun, berbeda dengan itu, para murid hari ini malah meminta kepada Yesus agar diberi ajaran, arahan, atau petunjuk. Mereka minta diajari berdoa. Para murid sering melihat Yesus berdoa, apalagi saat hendak memutuskan perkara-perkara penting. Melihat bahwa Yohanes pun mengajari murid-muridnya berdoa, salah seorang murid mendekati Yesus dan meminta-Nya untuk mengajari mereka berdoa.

Memenuhi permintaan tersebut, Yesus lalu mengajarkan doa kepada mereka, doa yang sekarang kita sebut Bapa Kami. Doa yang indah ini memuat inti dari setiap doa dan cara hidup para pengikut Yesus, yakni memuliakan Bapa, memohon datangnya Kerajaan Allah, juga syarat-syarat untuk meneguhkan kerajaan-Nya itu. Tidak rakus atau tamak menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang murid Yesus, sehingga Yesus mengajarkan kepada kita untuk berdoa, “Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya.”

Sudah berulang-ulang kita mendoakan doa Bapa Kami, bukan hanya puluhan kali, mungkin sudah sampai jutaan. Semoga dengan terus mendoakan doa Yesus ini, kita semakin sadar akan Allah Bapa yang mahabaik dan penuh kasih terhadap kita.