Mengapa Beriman kepada Yesus?

Selasa, 13 April 2021 – Hari Biasa Pekan II Paskah

54

Yohanes 3:7-15

“Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain dari Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

***

Ketika saya menjalani masa TOP (Tahun Orientasi Pastoral), ada seorang bapak yang membagikan pengalamannya kepada saya. Ia berkata bahwa suatu ketika seorang teman bertanya kepadanya, “Mengapa kamu beriman kepada Yesus?” Bapak itu pun menjawab dengan perumpamaan. “Kalau saya ingin tahu tetang Palembang, saya akan bertanya kepada orang yang berasal dari Palembang, alih-alih kepada orang lain yang hanya pernah mendengar tentang Palembang tetapi belum pernah ke sana. Jadi, mengapa saya beriman kepada Yesus Kristus? Karena saya mau masuk surga. Yesus Kristus sendiri mengatakan bahwa Dia turun dari surga. Oleh karena itu, apa yang dikatakan dan diajarkan oleh Yesus tentang surga adalah benar.”

Perumpamaan dari bapak di atas dikuatkan oleh bacaan Injil hari ini. Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berbicara tentang kesaksian. Pada waktu itu, orang Yahudi percaya dengan kesaksian para nabi tentang Allah Bapa di surga. Yesus juga memberikan kesaksian yang sama. Namun, Dia lebih daripada para nabi karena berasal dari surga. Kesaksian yang Ia berikan adalah apa yang Ia ketahui dan apa yang Ia lihat. Oleh karena itu, apa yang diajarkan dan dikatakan Yesus tentang Kerajaan Surga adalah benar. Sayangnya, banyak orang Yahudi meragukan Dia dan bahkan kemudian menyalibkan-Nya.

Kita sering menghadapi pertanyaan yang sama seperti bapak di atas, bukan? Kita bahkan mungkin pernah meragukan iman kita sendiri. Memperoleh kebahagian abadi di surga adalah tujuan akhir semua orang beriman. Jika kita mau ke sana, mengapa kita ragu beriman kepada Yesus Kristus? Hendaknya kita tidak perlu ragu-ragu lagi. Apa yang disabdakan oleh Yesus adalah benar, sebab Dia tidak hanya bersabda tetapi adalah Sabda itu sendiri. Penginjil Yohanes berkata, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh. 1:1).

Karena itu, marilah kita selalu mendoakan doa singkat ini: “Tuhan, kuatkanlah iman kami. Utuslah Roh Kudus untuk selalu menerangi serta membimbing pikiran, hati, dan kehendak kami, agar segala tindakan dan perkataan kami didasari oleh iman bahwa Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Amin.”