Peran Roh Kudus

Senin, 10 Mei 2021 – Hari Biasa Pekan VI Paskah

61

Yohanes 15:26 – 16:4a

“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

***

Yesus telah mengingatkan para murid bahwa mereka akan mengalami kesulitan setelah Ia kembali ke rumah Bapa. Orang-orang Yahudi yang membenci Yesus akan membenci para murid-Nya juga. Kalau hal itu nanti terjadi, mereka harus ingat bahwa Yesus telah lebih dahulu mengalaminya. Karena itu, mereka tidak perlu heran bila mereka harus menghadapi kebencian juga.

Para murid harus berhadapan dengan dunia yang membenci mereka dan membenci Yesus. Namun, Yesus tidak akan meninggalkan mereka dan membiarkannya menjadi seperti yatim piatu (Yoh. 14:18). Lebih dari itu, Yesus tidak akan membiarkan mereka menghadapi kebencian itu sendirian. Ia akan mengutus Penghibur bagi mereka, yakni Roh Kebenaran yang datang dari Bapa.

Peran Penghibur ini adalah memberi kesaksian tentang Yesus di tengah dunia yang membenci-Nya. “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” Setelah Yesus kembali kepada Bapa, Yesus akan mengutus Roh Kudus untuk mendampingi para murid. Roh Kudus akan bersaksi tentang Yesus, akan menyampaikan kebenaran mengenai Yesus kepada dunia. Roh Kudus tidak akan melakukan hal ini secara langsung, tetapi melalui murid-murid Yesus.

Karena itu, Yesus mengingatkan mereka, “Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” Para murid mengenal Yesus karena sejak dipanggil menjadi murid, mereka selalu bersama-sama dengan Dia. Mereka mendengar semua yang dikatakan Yesus dan mendengar semua yang diajarkan-Nya. Para murid pun telah mengalami kehidupan bersama Yesus, sehingga mengetahui siapa sebenarnya Dia dan apa yang dikehendaki-Nya. Karena telah mengalami dan mengenal Yesus, para murid dapat berbicara di hadapan semua orang tentang siapa Yesus dan apa yang dikehendaki-Nya. Mereka tidak perlu khawatir ketika harus menjalankan tugas ini karena mereka tidak sendirian. Roh Kudus menyertai mereka dan turut memberi kesaksian bersama mereka.

Roh Kudus, Penghibur yang dijanjikan Yesus, tidak hanya diberikan kepada murid-murid-Nya di masa lalu, tetapi juga kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita yang telah mengikuti Yesus. Ia membimbing kita untuk menjalani kehidupan menurut kehendak Yesus, termasuk membimbing kita untuk memberi kesaksian tentang Dia melalui kata dan perbuatan. Karena itu, kita perlu memberi tempat kepada Roh Kudus di dalam diri kita untuk membimbing kita. Dengan demikian, kita dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah dan menjadi sahabat Yesus.