Antara Lalang dan Gandum

Selasa, 27 Juli 2021 – Hari Biasa Pekan XVII

46

Matius 13:36-43

Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

***

Bacaan Injil hari ini merupakan penjelasan dari perumpamaan tentang lalang yang tumbuh di antara gandum (Mat. 13:24-29). Perumpamaan ini ternyata merupakan suatu alegori, di mana ladang melambangkan dunia, sang penabur melambangkan Anak Manusia, penabur yang jahat melambangkan Iblis, gandum melambangkan anak-anak Kerajaan, dan lalang melambangkan anak-anak si jahat. Dengan ini tergambar kehidupan di dunia, di mana kebaikan tumbuh bersama dengan kejahatan. Ini terjadi karena dunia yang diciptakan Tuhan sebagai sesuatu yang baik dicemari oleh Iblis yang menaburkan benih-benih dosa, sehingga banyak orang berbalik memberontak terhadap Tuhan yang menciptakan dan mengasihi mereka.

Melihat itu, apakah Tuhan diam saja? Tentu saja tidak. Ia membiarkan lalang tumbuh di antara ladang gandum bukan karena tidak peduli, tetapi agar tanaman pengganggu itu terlebih dahulu menjadi jelas, sehingga kemudian dapat sungguh dibedakan antara gandum dan lalang. Pada akhirnya, gandum akan dituai, sedangkan lalang akan dikumpulkan dan dibakar dalam api. Ini kelak akan menjadi tugas para malaikat pada saat akhir zaman.

Karena itu, perumpamaan ini menjadi peringatan bagi orang-orang berdosa bahwa Tuhan tidak diam saja melihat kejahatan mereka. Karena berhasil melakukan tindak kriminal, mereka mengira bisa bebas berbuat seenaknya karena ternyata aksi mereka mulus-mulus saja. Namun, Tuhan sesungguhnya menyaksikan itu semua, sebab tidak ada yang tersembunyi dari-Nya. Pada saatnya, mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya. Lebih lagi, tidak berarti keadilan Tuhan harus menunggu datangnya akhir zaman. Pada saat sekarang pun, dengan satu dan lain cara, Tuhan senantiasa bertindak untuk menegakkan keadilan-Nya. Jadi, bertobatlah sebelum terlambat!

Perumpamaan ini juga menjadi peringatan bagi orang-orang benar untuk senantiasa berpegang pada kebenaran yang selama ini mereka yakini. Kehidupan nyata lebih kompleks dari sekadar perumpamaan, di mana di dunia ini lalang dapat berubah menjadi gandum, dan sebaliknya, gandum pun dapat berubah menjadi lalang. Yang pertama perlu disyukuri, tetapi yang kedua tentu saja harus dihindari. Hendaknya orang-orang benar senantiasa berjalan di jalan Tuhan yang lurus. Jangan tergoda untuk mencari jalan pintas, jangan berbelok ketika melihat kehidupan orang berdosa yang sekilas menyenangkan. Meskipun hal itu tidak mudah, yakinlah bahwa Tuhan selalu menyertai dan memampukan, yakinlah pula bahwa perjuangan ini akan membuahkan hal-hal yang baik.    

Semangat untuk menjadi pribadi yang baik, benar, dan adil perlu dikobarkan dalam diri setiap orang. Jika banyak orang menjadi pribadi-pribadi yang demikian, niscaya dunia ini sungguh-sungguh menjadi ladang gandum yang aman dan nyaman untuk ditinggali bersama. Namun, bayangkan jika dunia ternyata didominasi oleh orang-orang jahat, sementara orang-orang baik menjadi minoritas belaka. Sungguh-sungguh dunia menjadi ladang yang terlalu menyedihkan untuk ditinggali, sebab penuh dengan lalang, semak duri, dan ular. Jadi, panjang umur orang-orang baik dan segala sesuatu yang baik di muka bumi!