Pantang dan Puasa

Jumat, 4 Maret 2022 – Hari Jumat sesudah Rabu Abu

66

Matius 9:14-15

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

***

Di samping mempunyai unsur personal, yakni keselarasan hidup dengan kehendak Allah, berpantang dan berpuasa juga mempunyai unsur sosial, yakni perwujudan semangat berbagi. Berpuasa berarti berbagi. Berbagi di sini bukan hanya menyangkut materi, tetapi juga menyangkut pewartaan tentang pertobatan dan pembaruan hidup.

Ada tertulis dalam kitab Yesaya: “Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!” (bacaan pertama hari ini, Yes. 58:1-9a). Demikianlah warta pertobatan harus dinyatakan, diserukan, dan disiarkan dengan kuat dan nyaring, menandakan betapa penting dan mendesaknya pertobatan yang harus dilakukan. Pertobatan membawa terang bagi sesama dan dunia. Dengan bertobat, kita berseru kepada Allah yang senantiasa mengulurkan tangan kasih-Nya. Pertobatan adalah langkah yang benar dan tepat untuk datang kepada Allah yang menyelamatkan, menebus, mengampuni, dan menerima kembali diri kita dalam kasih-Nya.

Berpantang dan berpuasa juga menjadi kesempatan bagi kita untuk menantikan kedatangan Yesus Kristus, sang Penyelamat. Kedatangan-Nya membawa penebusan. Saat penantian hendaknya kita isi dengan berbagai kegiatan rohani, seperti berdoa, membaca Kitab Suci, mengikuti pendalaman iman dan retret, melakukan mati raga atau askese, menerima sakramen tobat, dan sebagainya, agar diri kita semakin diperkaya. Dengan itu, kita masuk dalam keheningan untuk menyatukan diri kita dengan Allah dan menjiwai kehendak-Nya dalam hidup harian kita.

Buah dari segenap kegiatan rohani di atas adalah pesta kemenangan bersama Yesus. Yesus yang hadir akan menebus, menyelamatkan, dan memulihkan martabat kita yang mulia dari dosa. Jika kita mau berpesta bersama Yesus, jalan yang harus ditempuh adalah dengan berpantang dan berpuasa.