Kualitas Hidup Manusia Kristiani: Berjerih Payah

Selasa, 21 Juni 2022 – Peringatan Wajib Santo Aloisius Gonzaga

74

Matius 7:6, 12-14

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

***

Yesus hari ini bersabda, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu … karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan.”

Salah satu mantra manusia zaman ini adalah “cepat dan nyaman”. Manusia ingin melalui proses yang mudah dan tidak menyakitkan. Lewat proses yang mudah, manusia masih berharap mendapat hasil yang maksimal dan memuaskan. Apakah cita-cita tersebut masuk akal?

Pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa hidup instan hanyalah ilusi. Tidak ada proses yang mudah dan cepat. Segala sesuatu memerlukan proses dan perjuangan. Seorang ibu yang hendak melahirkan, seorang pelajar yang hendak lulus sekolah, seorang wirausaha yang hendak mengembangkan bisnisnya, semuanya membutuhkan proses yang penuh perjuangan.

Yesus memilih memasuki proses yang tidak mudah demi keselamatan manusia. Salib dipanggul, kesakitan dipeluk, dan akhirnya kematian disambut oleh-Nya. Pengalaman salib menunjukkan bahwa hasil yang baik membutuhkan perjuangan dan kesetiaan pada proses yang tidak mudah. Santo Ignatius Loyola dalam Latihan Rohani menuliskan petunjuk untuk kontemplasi panggilan raja: “Barangsiapa mau ikut Aku dalam usaha itu, harus bersusah payah bersama Aku, supaya karena ikut Aku dalam penderitaan, kelak dapat ikut pula dalam kemuliaan” (Latihan Rohani 95).

Seorang Kristen dipanggil untuk berjerih payah, bukan untuk hidup secara instan!