Jangan Cepat Menghakimi Orang Lain

Jumat, 9 September 2022 – Hari Biasa Pekan XXIII

156

Lukas 6:39-42

Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang?

Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

***

Niat untuk berbuat jahat bisa direncanakan sebelumnya dengan matang, namun bisa juga muncul dengan tiba-tiba. Seorang pencuri bisa saja pada awalnya sama sekali tidak memiliki niat untuk melakukan hal itu, namun karena ada kesempatan, keinginan untuk mencuri tiba-tiba saja muncul dalam benaknya.

Misalnya saat seseorang bertamu mengunjungi rumah salah seorang temannya. Pada awalnya, orang itu hanya ingin mengajak temannya tersebut berbincang-bincang. Namun, di situ tiba-tiba ia melihat dompet yang tergeletak di atas meja. Tergoda melihat isinya yang cukup banyak, dompet itu pun lalu diambilnya. Niat awal hendak bertamu berubah menjadi suatu perbuatan yang tercela.

Siapa yang paling tahu niat atau alasan seseorang melakukan perbuatan tertentu? Orang lain hanya bisa menduga-duga dari apa yang terlihat secara lahiriah. Hanya pribadi yang bersangkutan atau orang yang melakukan perbuatan itu sendirilah yang sungguh tahu dan mengerti akan apa yang dilakukannya. Karena itu, dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk jangan cepat menghakimi atau menilai orang lain. Kita seharusnya lebih cepat menilai diri kita sendiri daripada menilai orang lain. Sabda Tuhan hari ini: “Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”