Santo Karolus Borromeus

Jumat, 4 November 2022 – Peringatan Wajib Santo Karolus Borromeus

84

Lukas 16:1-8

Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah utangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat utangmu, duduklah dan buat surat utang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah utangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat utangmu, buatlah surat utang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang.”

***

Santo Karolus Borromeus adalah salah satu dari antara orang kudus yang diserahi amanat untuk memaklumkan Injil. Ia menggenapi misi tersebut dengan mengabdikan seluruh tenaganya. Ketika berbicara kepada para uskup Lombardia, ia mendesak mereka, “Kristus menunjukkan motivasi pelayanan kita. Kepada masing-masing kita, para uskup, diajarkan bahwa cinta harus di atas segalanya, menjadi guru dalam kerasulan kita, yakni cinta yang hendak diungkapkan-Nya melalui kita kepada umat yang dipercayakan-Nya kepada kita.”

Dari mana Santo Karolus memperoleh kekuatan untuk melayani Gereja dengan berapi-api? Rahasianya adalah semangat doanya. Ia pernah berkata, “Tidak ada yang begitu penting bagi segenap umat Gereja selain doa batin, yang mendahului, mendampingi, serta mengiringi segala pekerjaan kita … ketika kita memberi pelayanan sakramen-sakramen. Saudara-saudariku, renungkanlah segala yang kita lakukan. Jika kita merayakan misa, renungkanlah apa yang kita persembahkan. Jika kita sedang kor, renungkanlah apa dan bagi siapa kita bernyanyi. Jika kita mendoakan jiwa orang-orang meninggal, renungkanlah darah Yesus yang menebus kita dan mereka. Dengan demikian, kita memperoleh kekuatan untuk melahirkan Kristus dalam diri kita dan orang lain.

Diolah dari Paus Yohanes Paulus, Doa dan Devosi (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1995).