Misi dan Salib

Selasa, 24 Januari 2023 – Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Sales

49

Markus 3:31-35

Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

***

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan ketegangan antara Yesus dan sanak saudara-Nya. Mereka datang untuk “mengamankan”-Nya karena menganggap Dia sudah tidak waras. Ibu dan keluarga dekat Yesus sekalipun harus juga belajar memahami tugas Yesus, serta seharusnya mengerti apa yang menjadi pilihan dan prioritas hidup-Nya. Yesus datang hanya untuk melaksanakan program Bapa-Nya, yakni menghadirkan Kerajaan Allah di dunia dan di antara manusia.

Fokus pada visi dan misi tidak selamanya mudah. Manusia mudah melakukan kompromi. Fokus, prioritas, dan tujuan awal sering mudah sekali ditawar dan dilupakan. Yesus mengajar saya dan Anda untuk fokus pada misi yang diemban, apa pun tantangannya, apa pun omongan dan anggapan orang!

Yesus bahkan dengan tegas memberi batasan. Relasi kekerabatan tentu tidak disangkal, tetapi tidak perlu dimutlakkan. Relasi dengan Bapa dan rencana-Nya menjadi prioritas hidup-Nya. Melakukan kehendak Bapa menjadi satu-satunya pengikat dan penanda para pengikut-Nya. Itu tolok ukur baru untuk keluarga rohani Yesus.

Menarik bahwa Yesus tidak menjadikan diri atau ajaran-Nya sebagai kriteria. Karena itu, keluarga Yesus tidak dapat dipersempit pada mereka yang secara eksplisit mengikuti-Nya. Siapa pun yang melakukan kehendak Allah, dengan cara dan jalan mereka masing-masing, adalah keluarga besar Yesus. Dalam kesempatan lain, Yesus menegaskan prinsip yang sama: “Siapa pun yang tidak melawan kita, dia ada di pihak kita.”

Sebagai pengikut Yesus, kita diajak untuk merangkul dan berziarah bersama siapa pun yang dengan tulus melakukan kehendak Allah demi kebaikan manusia dan dunia. Itu bukanlah jalan yang mudah. Berserah total demi melaksanakan kehendak Bapa itulah yang justru membawa Yesus sendiri pada salib. Melakukan kehendak Bapa menuntut komitmen dan pengorbanan. Misi dan salib sering kali merupakan satu paket yang tak terpisahkan!