Perubahan Paulus

Rabu, 25 Januari 2023 – Pesta Bertobatnya Santo Paulus

48

Kisah Para Rasul 9:1-22

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa darinya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.

Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: “Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?” Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.

***

Rasul Paulus, siapa yang tidak kenal dia? Setelah Yesus, mungkin dialah sosok yang paling berpengaruh bagi agama Kristen. Karena Yesus tidak datang untuk mendirikan agama baru, Paulus biasanya dicap sebagai pendiri agama Kristen. Ada pula yang menuding dia sebagai pemalsu ajaran Yesus. Paulus adalah tokoh besar yang penuh kontroversi. Akan tetapi, peran pentingnya bagi perkembangan iman tidak dapat disangkal. Tanpa Paulus, pengikut Yesus mungkin tidak akan menjadi agama global seperti dewasa ini. Dari riwayat tokoh besar ini, kita dapat belajar tentang apa inti pertobatan, yaitu perubahan total dan radikal.

Perubahan Paulus diawali dan diprakarsai oleh Yesus sendiri yang menjumpai dia dalam perjalanannya ke Damsyik. Ini peristiwa kunci. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit membuat perjalanan Paulus berubah: Dari perjalanan untuk menganiaya, menjadi perjalanan pertobatan. Dengan melihat cahaya kemuliaan Tuhan dan mendengar firman-Nya, Paulus disiapkan untuk menjadi saksi. Menjadi pewarta dan saksi Kristus tidak cukup hanya dengan pemahaman dan pengetahuan. Harus ada pengalaman dan perjumpaan personal dengan Tuhan; harus pernah merasakan bagaimana “disergap” oleh kuasa dan panggilan-Nya.

Berubah berarti diberi “mata baru”. Karena itu, Tuhan membutakan Paulus untuk sementara. Paulus harus membuang cara pandangnya yang lama. Untuk apa? Yakni agar Paulus melihat hidup keagamaannya secara baru. Ia harus berubah dari keyakinan agamanya yang sempit. Ia harus berhenti dari fanatisme buta yang mengafirkan semua yang berbeda dan tidak sealiran. Semangatnya yang menggebu dan berkobar untuk membela agama harus diubah menjadi gairah beriman yang rela pergi keluar batas-batas suku dan agama untuk mewartakan kebaikan Allah.

Berubah berarti juga diberi tugas yang baru. Surat tugasnya tidak lagi dari Mahkamah Agama Yahudi, tetapi dari Tuhan yang bangkit. Paulus diberi tugas-Nya untuk menginjili bangsa-bangsa bukan Yahudi. Mereka yang selama ini dianggapnya laknat dan calon penghuni neraka justru sekarang menjadi alamat pewataan Kabar Gembira bahwa Allah mencintai semua orang dan tidak membuat batas dan sekat antarmanusia.