Persatuan yang Sempurna

Kamis, 25 Mei 2023 – Hari Biasa Pekan VII Paskah

55

Yohanes 17:20-26

“Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

***

Jika Anda mempunyai kesempatan untuk mengunjungi beberapa kota di Indonesia seperti Denpasar, Ambon, Palu, Blitar, Ciamis, dan Bogor, di sana terdapat gong perdamaian. Gong perdamaian ditempatkan di sana karena kota-kota tersebut memiliki catatan khusus mengenai peristiwa kemanusiaan. Gong ini merupakan simbol persaudaraan dan perdamaian di antara umat manusia. Pada bagian permukaan gong akan dijumpai bendera dari banyak negara di dunia. Ini merupakan simbol bahwa perdamaian dunia akan tercipta jika semua negara dan bangsa bersatu untuk menyerukan kerukunan antarmanusia. Setiap orang berkewajiban untuk menyerukan persatuan itu.

Hari ini, Yesus berdoa bagi kita agar hidup bersatu seperti diri-Nya dengan Bapa. Persatuan itu merupakan buah Roh dan kasih. Yesus memberikan kemuliaan kepada kita, kemuliaan yang diperoleh-Nya berkat persatuan-Nya dengan Bapa. Yesus menunjukkan kepada kita dalam doa-Nya bahwa persatuan yang sempurna ada pada Allah Tritunggal, yakni kesatuan cinta kasih antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Model persatuan Tritunggal ini senantiasa perlu digaungkan dalam hidup para murid. Yesus telah meminta rahmat persatuan itu bagi kita supaya kita tidak terpecah belah karena kedengkian, amarah, iri hati, dan hal-hal jahat lainnya. Manusia harus bersatu supaya tercipta kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Persatuan yang sempurna seperti persatuan Tritunggal perlu kita rintis agar dunia tahu dan mengakui pengutusan Putra oleh Bapa, dan kasih Bapa kepada manusia melalui penjelmaan sang Putra. Inilah tugas setiap orang Kristen. Persatuan itu harus dihidupi dengan dasar semangat kasih antara kita dan Allah, serta antara kita dan sesama. Persatuan itu tidak akan mungkin tercapai tanpa adanya suatu ikatan cinta. Yesus yang mencintai Bapa yang mengutus-Nya memberi teladan bagaimana kita juga berada dalam lingkaran kasih Allah Tritunggal.

Persatuan yang sempurna didasari oleh kasih. Tuhan itu kasih, dan semua karya-Nya sejak awal adalah perbuatan cinta kasih-Nya. Karena itu, kita juga harus menunjukkan cinta kasih di dunia di mana pun kita berada. Kasih harus menjadi suara yang terdengar oleh banyak orang. Kita seperti memukul gong kasih ketika kita mampu menjadi simbol kehadiran Allah yang menciptakan kita dengan kasih-Nya. Oleh sebab itu, kepenuhan hidup umat manusia adalah persatuan dalam cinta kasih.