Kantong Anggur Baru

Sabtu, 8 Juli 2023 – Hari Biasa Pekan XIII

82

Matius 9:14-17

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

***

Murid-murid Yohanes datang kepada Yesus dan bertanya mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa. Berpuasa merupakan salah satu kewajiban dalam hukum Taurat. Murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi berpuasa untuk menjalankan hukum Taurat.

Yesus memberi makna baru dari puasa. Puasa bukanlah sekadar formalitas menjalankan hukum. Alih-alih itu, puasa mengungkapkan relasi dengan Tuhan. Selama mempelai laki-laki ada, tentu para sahabatnya bergembira, bukan malah berdukacita. Selama kita dekat dengan Tuhan, tentu kita tidak perlu berpuasa. Kita berpuasa ketika sudah menjauh dari Tuhan dan sedang berusaha untuk kembali mendekati-Nya.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus juga berbicara tentang anggur yang baru dan kantong yang baru. Kantong anggur adalah kita, sementara anggur adalah rahmat, berkat, dan anugerah dari Allah. Tuhan selalu menganugerahkan anggur baru, anggur yang terbaik, yaitu pengampunan, rahmat, dan keselamatan. Anggur baru ini memberi kekuatan bagi kita dalam hidup, karya, dan pelayanan kita.

Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Jika kita menggunakan kantong kulit yang lama, rahmat Tuhan tidak akan bisa tertampung, bahkan akan terbuang percuma karena kantong itu tidak kuat menahannya. Dengan demikian, kita akan kehilangan rahmat dan berkat Tuhan. Kantong yang lama merupakan gambaran dari hati yang membatu, hati yang dipenuhi dengan kerak dosa, egoisme, dendam, iri hati, kebohongan, fitnah, korupsi, dan lain-lain. Kantong yang baru, yaitu kehidupan penuh pertobatan dan semangat pembaruan, dapat menampung anggur yang baru. Semoga kita selalu menjadi kantong yang baru, yang siap menampung secara maksimal anggur baru dari Tuhan.