Herodes dan Yohanes Pembaptis

Sabtu, 5 Agustus 2023 – Hari Biasa Pekan XVII

289

Matius 14:1-12

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, istri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegurnya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

***

Tokoh utama dalam bacaan Injil hari ini adalah Herodes, raja wilayah atau gubernur Galilea, yang berada di bawah pemerintahan Romawi. Herodes telah mendengar banyak cerita tentang Yesus. Dia percaya bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang sudah dibangkitkan dari antara orang mati, sehingga mampu membuat mukjizat-mukjizat yang menakjubkan.

Memang Herodeslah yang memerintahkan agar Yohanes Pembaptis ditangkap, dipenjarakan, dan akhirnya dipenggal kepalanya. Dia melakukannya karena Yohanes mengkritiknya ketika mengambil istri saudaranya sebagai gundiknya. Yohanes Pembaptis memberi tahu Herodes bahwa tindakannya itu melanggar hukum, tetapi tidak didengarkan. Alih-alih mendengarkan, dia bertekad untuk menemukan cara dan kesempatan guna menyingkirkan Yohanes.

Kesempatan datang ketika Herodes berulang tahun dan diadakan sebuah perayaan besar. Pada waktu perayaan itu, putri Herodias menari untuk Herodes dan tamu-tamunya. Herodes begitu terpesona dengan penampilannya. Dia lalu berjanji untuk memberikan apa pun yang diminta oleh putri Herodias itu. Setelah berkonsultasi dengan ibunya, yang diminta adalah kepala Yohanes Pembaptis.

Meskipun merasa sedih, Herodes terikat untuk memenuhi permintaan itu karena telah berjanji di hadapan para tamunya. Dia lalu memberi perintah agar kepala Yohanes dipenggal, untuk selanjutnya diberikan kepada putri Herodias dan ibunya. Murid-murid Yohanes akhirnya menguburkan mayat Yohanes, dan pergi memberi tahu Yesus tentang kematian Yohanes.

Apa pesan bacaan Injil hari ini bagi kita? Nasib tragis menimpa Yohanes Pembaptis ketika bersuara melawan tindakan Herodes yang mengambil istri saudaranya sebagai gundiknya. Inilah harga yang sangat mahal bagi seorang yang menyuarakan kebenaran. Dari tindakan Yohanes ini, kita diajak untuk terus menyuarakan kebenaran. Kita harus membela apa yang kita yakini benar dan adil walau tidak mudah dan penuh risiko.