Merenungkan Yesus Bersama Bunda Maria

Sabtu, 7 Oktober 2023 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario

152

Lukas 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

***

Hari ini kita memperingati St. Perawan Maria Ratu Rosario, dan Gereja juga menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario. Gereja memiliki alasan mengapa Oktober dijadikan Bulan Rosario, yakni untuk mengenang kekuatan doa kepada Tuhan bersama Bunda Maria melalui doa rosario. Doa rosario merupakan salah satu bentuk devosi kepada Bunda Maria. Karena penuh iman dan kerendahan hati, Maria dipilih Allah menjadi ibu bagi Putra-Nya. Dialah perempuan yang dikandung tanpa noda, yang tubuhnya menjadi tempat kediaman Allah dalam diri Yesus Penyelamat yang dikandung dari Roh Kudus.

Bacaan Injil hari ini dengan sangat jelas mengisahkan hal itu. Maria menerima kabar gembira dari malaikat Tuhan bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan Yesus, Anak Allah yang mahatinggi. Berita ini tentu mengejutkan Maria karena dia bersuami. Bagaimanapun ia akhirnya berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Dengan kata-kata itu, karya keselamatan terlaksana bagi seluruh umat manusia. Karena itu pula, Gereja sangat menghormati St. Perawan Maria sebagai bunda yang selalu setia mendampingi Gereja.

Doa rosario sangat dianjurkan untuk selalu kita doakan. St. Yohanes Paulus II menetapkan Oktober 2002 – Oktober 2003 sebagai Tahun Rosario dan menganjurkan seluruh umat mendoakan doa rosario untuk perdamaian dunia. Paus Fransiskus juga selalu mengingatkan kita untuk terus-menerus berdoa rosario guna menghalau kekuatan-kekuatan jahat yang selalu menggoda kita. Doa ini sangat sederhana, diucapkan secara berulang-ulang, tetapi memiliki kekuatan yang sangat ampuh. Lebih lagi, doa rosario hanya memerlukan sarana sederhana yang selalu dapat dibawa ke mana-mana di dalam saku, sehingga kita bisa mendoakannya setiap saat di mana pun kita berada.

Dengan berdoa rosario, kita bersama Bunda Maria mengenangkan karya keselamatan yang telah dikerjakan oleh Yesus, Putranya. Kelahiran Yesus kita kenangkan dalam Peristiwa Gembira; kematian-Nya dalam Peristiwa Sedih; dan kebangkitan-Nya dalam Peristiwa Mulia. Kita juga mengenangkan karya Kristus selama berada di dunia dalam Peristiwa Cahaya. Karena itu, yang menjadi pusat dalam doa rosario adalah Yesus. Bersama Bunda Maria, kita mengenangkan dan merenungkan kehidupan Yesus.

Marilah kita selama bulan Oktober ini dengan setia mendoakan doa rosario. Semoga kebersamaan kita dengan Bunda Maria memampukan kita meneladan kerendahan hatinya, sehingga dalam setiap peristiwa, kita mampu berkata, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Semoga melalui doa rosario, iman kita kepada Yesus semakin teguh melalui peristiwa-peristiwa rosario yang kita renungkan.