Menajiskan Tempat Kudus Tuhan

Jumat, 24 November 2023 – Peringatan Wajib Santo Andreas Dung Lac dan Kawan-kawan

57

Lukas 19:45-48

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

***

Setiap bulan Mei dan Oktober, Gereja secara khusus menghormati Bunda Maria yang melahirkan Tuhan Yesus. Pada bulan-bulan tersebut, banyak umat Katolik berziarah dari satu gua Maria ke gua Maria yang lain. Fenomena yang selalu muncul adalah: Orang suka berziarah ke tempat-tempat yang jauh, meskipun di wilayah atau di parokinya sendiri ada juga gua Maria.

Banyak orang ingin berziarah ke Lourdes, Fatima, dan lain sebagainya, namun gua-gua Maria yang ada di dekatnya enggan mereka kunjungi. Ketika dikunjungi pun biasanya karena alasan kurang dana, sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk bisa berziarah ke tempat yang jauh. Lagi pula, saat berziarah, ternyata banyak yang menghabiskan waktunya untuk keperluan lain, seperti update status, berbelanja, makan-makan, atau berekreasi.

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang kekesalan dan kemarahan Yesus karena banyaknya orang yang berdagang di halaman Bait Allah. Mereka memanfaatkan tempat kudus Allah bukan untuk berdoa, melainkan pertama-tama untuk berdagang dalam rangka mencari keuntungan. Secara teologis, tindakan seperti itu tergolong sebagai dosa sakrilegi, yaitu dosa yang menajiskan atau tidak menghormati tempat-tempat suci dengan melakukan tindakan-tindakan tercela, tindakan-tindakan yang tidak sesuai untuk dilakukan di tempat-tempat yang disucikan dan yang telah ditahbiskan kepada Allah.

Belajar dari perikop ini, mari bertanya pada diri kita masing-masing: Bagaimana sikap kita selama ini saat berada di tempat-tempat yang suci dan kudus? Sudahkah kita menjaga sikap kita, perbuatan, perkataan, dan perilaku kita saat kita saat berada di tempat-tempat itu? Sudahkah kita berpakaian, bersikap, dan bertutur kata yang sopan dan pantas saat kita berada di tempat-tempat yang suci dan kudus?