Penantian Penuh Sukacita

Jumat, 1 Desember 2023 – Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus

127

Lukas 21:29-33

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

***

Hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk membaca tanda-tanda alam. Dengan memperhatikan bahwa pohon-pohon bertunas, bisa kita pastikan bahwa musim panas akan segera datang. Apakah Yesus sedang mengajak kita untuk menjadi pemerhati pepohonan, perubahan cuaca, atau malah perubahan iklim? Tentunya tidak. Kita perlu menempatkan perikop ini dalam konteks kedatangan Kerajaan Allah.

Kita berada dalam masa penantian kedatangan Kerajaan Allah. Penantian ini bukanlah sebuah penantian buta, bukan penantian dalam ketidakpastian. Penantian kita merupakan penantian dalam harapan yang pasti. Sama seperti ketika pohon ara sudah bertunas, pasti musim panas akan segera datang. Kerajaan Allah yang dijanjikan pasti akan tiba. Walau tidak diketahui kapan dan bagaimana kedatangannya, kita tetap menantikannya dengan penuh harapan. Jadi, penantian ini bukan dengan suasana gelisah, panik, cemas, atau malah ketakutan. Tidak. Penantian ini penuh dengan sukacita karena kita yakin bahwa Ia yang akan datang adalah sang Kasih.

Penantian penuh sukacita bukanlah penantian pasif tanpa usaha. Sebaliknya, penantian ini menuntut kita untuk selalu membuka mata terhadap situasi sekitar kita. Ketika sedang menunggu seseorang, kita biasanya akan menengok jam sampai berkali-kali. Begitu juga dalam menantikan kedatangan Kerajaan Allah, kita diajak untuk selalu melihat, mendengar, dan menangkap tanda-tanda kedatangannya. Tanda-tanda itu hadir dalam pengalaman hidup dan pengalaman iman sehari-hari. Kisah-kisah sedih, haru, menakutkan, ataupun kisah-kisah gembira, menyenangkan, penuh sukacita, bisa menjadi pertanda kedatangan Kerajaan Allah.

Karena itu, kita perlu selalu mengasah kepekaan supaya semakin mampu menangkap tanda. Salah satu caranya adalah dengan mendengarkan Tuhan yang bersabda melalui Alkitab. Semakin akrab kita dengan Alkitab, semakin peka kita menangkap tanda Allah dalam pengalaman hidup dan iman keseharian.