Hidup sebagai Alat Kebenaran Kasih Allah

Sabtu, 30 Maret 2024 – Vigili Paskah

127

Markus 16:1-7

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”

***

Hari Raya Paskah merayakan kemenangan Yesus atas maut. Kemenangan Yesus ini menunjukkan kemenangan umat manusia atas dosa, sehingga bisa dimaknai pula sebagai kemenangan kebaikan atas kebencian, pengampunan atas balas dendam, serta hati yang baik atas hati yang keras. Paskah mengajak umat Kristen untuk menepis kebencian, mengurai dendam, serta mencairkan kebekuan hati dengan menaburkan cinta dan kebaikan. Kita semua patut bergembira, sebab dengan bangkit dari kematian, Kristus telah mengangkat kita menjadi manusia baru. Kita dipanggil untuk menjadi saksi hidup dari karya Allah. Kita adalah pelaku utama bagi pewartaan kebenaran kasih Allah.

Panggilan untuk menjadi alat kebenaran kasih Allah sangat penting bagi setiap pengikut Kristus. Inilah cara kita bersaksi akan iman yang kita hidupi. Yesus yang bangkit membuat kita memperoleh hidup baru sebagai anak-anak Allah. Itu artinya hidup kita harus selaras dengan kehendak Allah. Keselamatan dari Allah mendatangkan konsekuensi bagi kita: Kita dipanggil untuk melakukan kebenaran-Nya.

Sekarang saatnya kita harus memilih untuk hidup baru dengan cara dan teladan Yesus yang bangkit. Joan Baez, seorang penyanyi lagu folk, penulis lagu, serta pejuang hak sipil, pernah mengatakan demikian, “Kita tidak bisa memilih bagaimana atau kapan kita akan mati. Kita hanya dapat memutuskan bagaimana kita akan hidup sekarang.” Sebagai pribadi yang diselamatkan Tuhan, kita dapat memilih cara hidup yang telah diperbarui oleh Yesus melalui penyelamatan-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari maut. Kita memilih Yesus dan dipilih oleh-Nya menjadi alat untuk meneruskan karya kebenaran kasih Allah.

Mari memulainya dengan menata diri kita sendiri. Sebagai agen cinta kasih, dalam diri kita masing-masing hendaknya tumbuh kedamaian dan ketenteraman. Di saat hati kita dipenuhi dengan cinta kasih, di situlah hidup kita menjadi saksi bagi setiap orang. Paskah bukan perayaan liturgis biasa, melainkan perayaan iman bagi komitmen untuk berani bersaksi tentang kasih Tuhan. Selamat Hari Raya Paskah.