Kekuatan Roh Kudus

Selasa, 9 April 2024 – Hari Biasa Pekan II Paskah

74

Yohanes 3:7-15

“Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain dari Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.”

***

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Nikodemus, yang pada suatu malam datang mengunjungi Yesus dan bertukar pikiran dengan-Nya. Dalam perspektif Injil Yohanes, Nikodemus adalah sosok yang sedikit demi sedikit keluar dari keraguan dan ketidaktahuan menuju kepada terang kebenaran dan pengetahuan. Nikodemus tertarik bertukar cerita dengan Yesus, sebab berbagai tanda dan pengajaran Yesus membuatnya yakin bahwa Dia ini adalah utusan Allah.

Kepada Nikodemus, Yesus memberi gambaran bagaimana Roh Kudus bekerja di dalam diri kita. Ia mengumpamakan Roh Kudus dengan angin. Kita dapat mendengar angin bertiup, tetapi tidak dapat melihatnya. Meskipun demikian, dampak dari tiupan angin tersebut tentunya dapat kita rasakan.

Ketika melihat ranting pepohonan menari-nari, kita tahu bahwa angin sedang bertiup. Demikian juga halnya dengan karya Roh Kudus di dalam hidup kita. Meskipun kita tidak dapat melihat Roh Kudus dengan mata kita, dampak dari karya-Nya tampak secara nyata. Ketika kita merasakan kekuatan baru di dalam diri kita, kebajikan yang meningkat, kemampuan untuk mengampuni, kekuatan untuk menentukan sebuah keputusan, kita sadar akan fakta bahwa Roh Kudus hadir dan sedang bekerja di dalam diri kita. Ia memimpin dan membimbing kita.

Dampak dari kekuatan Roh Kudus mestinya terlihat nyata dalam diri setiap orang yang terbaptis. Kita tidak tahu ke mana angin pergi setelah tiupannya berlalu. Begitu pula dengan gerak Roh Kudus. Kita tidak jarang dibuat terkejut ketika mengetahui ke mana Roh Kudus membawa kita. Di sini, kita hanya dituntut untuk memiliki keyakinan yang kuat dan penyerahan diri yang total. Jika hidup kita berada di bawah kuasa dan pemeliharaan Roh Kudus, Ia akan mengantar kita pada persatuan dengan Bapa dan Putra.

Di tengah pergumulan hidup kita, mari kita membuka hati dan membiarkan diri kita dituntun oleh Roh Kudus, agar kita sungguh-sungguh menjadi alat di tangan Tuhan. Dengan itu, kita akan memancarkan terang Kristus bagi sesama di sekitar kita. Izinkanlah diri kita dipimpin dan digerakkan oleh kekuatan Roh Kudus, dan nantikanlah hal-hal besar terjadi dalam hidup kita. Rasul Paulus berkata, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Rm. 8:31).