Keselamatan Adalah Anugerah Allah

Kamis, 18 April 2024 – Hari Biasa Pekan III Paskah

72

Yohanes 6:44-51

“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Barangsiapa makan darinya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

***

Pada awal mula, saat Allah merampungkan ciptaan-Nya, Ia memberikan dan membagikan makanan kepada setiap makhluk. Ciptaan Allah menjadi sempurna setelah semuanya mendapat makanan (Kej. 1:29-30). Tanpa makanan, ciptaan Allah belum sempurna. Tidak mengherankan, Yesus juga menegaskan jati diri-Nya sebagai makanan sejati, yakni sebagai “roti hidup”. Dialah yang memberikan makanan sejati bagi manusia dan semua makhluk, dan melalui Dialah, Allah menyempurnakan ciptaan-Nya yang baru.

Dengan demikian, sebutan “roti hidup” juga menegaskan asal-usul Yesus. Dia adalah roti yang “turun dari surga”. Yesus berasal dari Bapa, dari sang Sumber Kehidupan itu sendiri. Sekaligus persatuan dan kesatuan Yesus dengan Bapa ditegaskan: Hanya Dia yang melihat Bapa, hanya Dia yang diutus Bapa. Ia menyatu dengan Bapa dalam relasi dan misi-Nya. Oleh karena itu, agar manusia memperoleh hidup yang sejati dan kekal, mereka harus juga bersatu dengan Kristus, baik dengan menjaga relasi yang otentik dengan-Nya maupun dengan terus berkomitmen dalam misi dan proyek-Nya di dunia ini.

Persatuan dengan Kristus tersebut bukanlah prestasi kita sendiri, melainkan merupakan anugerah Allah. Anugerah itu hanya diberikan kepada mereka yang “ditarik oleh Bapa”. Itulah “hidup kekal” yang dijanjikan Yesus kepada semua orang yang bersatu dengan Dia. Itulah “kebangkitan di akhir zaman” yang dijanjikan Yesus bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Pesan bacaan Injil hari ini sungguh relevan di zaman kita, saat agama berlomba-lomba menawarkan dan memasarkan keselamatan. Injil justru menegaskan kebenaran yang paling mendasar dan sering dilupakan: Keselamatan adalah anugerah Allah, bukan upaya dan pencarian manusia. Iman adalah soal kesejatian dalam berelasi dengan Bapa melalui Yesus, dan komitmen tanpa henti dalam misi-Nya menghadirkan kehidupan yang sejati dan otentik di dunia ini.