Dosa, Kebenaran, dan Penghakiman

Selasa, 7 Mei 2023 – Hari Biasa Pekan VI Paskah

73

Yohanes 16:5-11

“Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

***

Menjelang kepergian-Nya, Yesus mengatakan segala sesuatunya kepada para murid, termasuk bahwa dunia yang membenci-Nya akan membenci mereka juga. Dunia ini memang penuh dengan kebencian. Yesus dibenci oleh dunia, sebab Ia mengajarkan nilai-nilai surgawi yang berseberangan dengan nilai-nilai duniawi. Dengan ini, Yesus memperingatkan para murid agar bersiap menghadapi situasi yang sulit. Setelah puas melampiaskan kebenciannya terhadap Yesus dengan menyingkirkan dan membunuh-Nya, pada gilirannya kebencian dunia akan terarah kepada mereka.

Perkataan Yesus tersebut tentu saja membuat para murid takut, sedih, dan gelisah. Jika keadaannya nanti seperti itu, bagaimana mungkin mereka dapat bertahan? Lebih lagi mereka sendirian, mengingat Yesus tidak lagi berada di tengah-tengah mereka. Menanggapi kekhawatiran itu, Yesus mengembuskan angin segar yang membangkitkan semangat: Jangan takut menghadapi kebencian dunia, sebab Ia akan mengutus datangnya Penghibur bagi mereka.

Penghibur atau Penolong yang dimaksud tidak lain adalah Roh Kebenaran, yakni Roh Kudus. Roh Kudus berperan sebagai saksi Kristus. Ia hadir sebagai sumber inspirasi bagi semangat kenabian agar terus berkobar di tengah orang-orang yang beriman kepada Yesus. Kepada dunia, Roh Kudus akan menginsafkan (baca: menyatakan) tiga hal: Pertama, bahwa dunia berdosa karena menolak untuk percaya kepada Yesus dan kepada Bapa yang mengutus-Nya; kedua, bahwa dengan membunuh Yesus berarti dunia menentang kebenaran; dan ketiga, bahwa karena melakukan itu semua, dunia berada di bawah penghakiman ilahi.

Kehadiran Roh Kudus pada dasarnya memberi jaminan kepada para murid bahwa Tuhan senantiasa hadir di tengah mereka. Ia akan membantu mereka menghadapi kesukaran-kesukaran yang timbul akibat kebencian dunia. Karena itu, jangan takut untuk menjadi saksi-saksi Kristus. Apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, dan apa yang mereka rasakan selama bersama-sama dengan Yesus harus terus dibagikan kepada masyarakat luas, agar mereka semua mengenal kehendak Bapa, mengenal Yesus yang diutus oleh-Nya, dan mengenal kebenaran.

Jangan lupa, janganlah membalas kebencian dengan kebencian. Itu hanya akan memperburuk suasana, sebab kebencian dengan itu akan semakin merajalela dan berkuasa di dunia ini. Dunia akan rusak dan hancur karenanya. Seperti api akan padam ketika disiram dengan air, kebencian hendaknya dipadamkan dan ditaklukkan dengan kasih.