Dipimpin dalam Seluruh Kebenaran

Rabu, 8 Mei 2023 – Hari Biasa Pekan VI Paskah

47

Yohanes 16:12-15

“Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari-Ku.”

***

Bacaan Injil hari ini adalah bagian dari nasihat Yesus kepada para murid-Nya sebelum Ia pergi meninggalkan mereka, dalam arti menanggung sengsara dan wafat di kayu salib. Nasihat-nasihat diberikan-Nya kepada para murid agar mereka terhibur dan tetap teguh menghadapi peristiwa yang mengejutkan itu. Kepada murid-murid-Nya, Yesus memberikan penghiburan. Kepergian-Nya memang menyedihkan, tetapi kesedihan itu hanya sesaat. Dilihat dalam jangka panjang, kepergian ini perlu dan akan menguntungkan para murid sendiri, sebab dengan itu, Roh Kebenaran akan datang.

Bagi para murid, Roh Kebenaran akan memimpin mereka ke dalam seluruh kebenaran. Kehadiran Yesus di antara para murid segera berakhir, padahal masih ada masalah serius yang belum terselesaikan, yaitu bahwa mereka masih sering tidak mengerti. Para murid belum sampai pada pemahaman yang benar akan diri Yesus. Dengan demikian, mereka belum mengerti akan seluruh kebenaran. Itulah sebabnya Roh Kebenaran harus datang untuk memimpin mereka, bukan karena pewahyuan dalam diri Yesus belum sempurna, melainkan karena para muridlah yang belum mengerti dengan sempurna. Dengan demikian, Yesus sebenarnya tidak pernah meninggalkan murid-murid-Nya. Ia senantiasa menyertai mereka dalam rupa Roh Kudus.

Hal itu berlaku juga bagi kita, murid-murid Yesus pada masa sekarang. Meski kita hidup jauh sesudah masa Yesus, tidak berarti bahwa kita tidak bisa mengenal Yesus dan karena itu jauh dari kebenaran. Lihatlah diri kita masing-masing dan temukan bahwa di sana ada Roh Kudus yang menjadi pemandu kita dalam berpikir, bertindak, dan bertutur kata. Kita diundang untuk menemukan pengalaman-pengalaman nyata tentang peran dan pendampingan Roh Kudus dalam hidup kita sehari-hari. Bukan sekadar untuk diketahui dan disadari, pengalaman-pengalaman itu diharapkan akhirnya membawa kita menggapai cita-cita kita tertinggi, yaitu hidup bersatu dengan Allah Tritunggal.