Meminta dalam Nama Yesus

Sabtu, 11 Mei 2023 – Hari Biasa Pekan VI Paskah

67

Yohanes 16:23b-28

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

***

Dari hari ke hari, manusia selalu menghujani Tuhan dengan rupa-rupa permintaan. Yang masih sekolah minta agar lulus; yang masih menganggur minta agar diberi pekerjaan; yang lapar minta agar diberi makanan; yang sakit minta agar disembuhkan; yang miskin minta agar diberi kekayaan; bahkan yang kaya pun minta agar boleh lebih kaya lagi. Permintaan itu disampaikan kepada Tuhan melalui doa yang tekun dan khusyuk, tidak jarang dengan cara yang khusus, pada waktu yang khusus, dan di tempat-tempat yang khusus juga.  

Hari ini, Yesus berkata, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku … Mintalah maka kamu akan menerima.” Apakah ini garansi bahwa permintaan kita pasti akan dikabulkan Bapa? Apakah dengan ini dijamin bahwa apa pun yang diinginkan oleh murid-murid Yesus pasti akan dipenuhi oleh Bapa? Kesimpulannya bukan seperti itu.

Masih dalam konteks wejangan yang disampaikan Yesus sebelum kepergian-Nya, dinyatakan bahwa kepergian Yesus akan mengubah relasi para murid dengan Bapa. Sebelumnya, mereka berdoa langsung kepada Bapa. Hal itu perlu diubah: Segala sesuatu yang diminta kepada Bapa perlu disampaikan dalam nama Yesus.

Hubungan manusia dengan Tuhan telah rusak akibat dosa. Itu sebabnya manusia sebenarnya tidak layak berada di hadirat Tuhan, termasuk berdoa kepada-Nya. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus menghilangkan rintangan dosa. Relasi antara manusia dan Tuhan dipulihkan kembali dengan perantaraan-Nya. Karena itu, doa yang dipanjatkan dalam nama Yesus, termasuk doa-doa permohonan, pasti berkenan kepada Bapa dan didengarkan oleh-Nya. Bapa pasti akan mengabulkannya!

Namun, doa yang dimaksud bukanlah doa-doa yang berpusat pada ego manusia, sebagaimana tergambar dalam contoh-contoh doa permohonan di atas. Iman akan Kristus yang bangkit akan mendorong para murid untuk memiliki komitmen tulus dalam mencari hal-hal yang sesuai dengan kehendak Bapa. Mereka akan mengenal Bapa dengan mendalam, mengenal pula kehendak-kehendak-Nya. Doa dan permintaan yang panjatkan dalam nama Yesus dengan demikian pasti akan dikabulkan, sebab selaras dengan kehendak Bapa.

Karena itu, bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk terus berusaha mengenal Bapa dengan mendalam, supaya apa yang kita kehendaki sejalan yang dikehendaki oleh-Nya. Jangan ragu untuk datang kepada Bapa, sebab kita datang kepada-Nya dalam nama Yesus. Kesampingkan semua hasrat diri dan keinginan pribadi kita. Biarkan dalam diri kita terjadi apa yang dikehendaki-Nya, dengan satu keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa Bapa tahu apa yang terbaik bagi kita.