Sikap Menerima

Sabtu, 25 Mei 2024 – Hari Biasa Pekan VII

45

Markus 10:13-16

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

***

Pernahkah kita membayangkan menjadi anak-anak kecil yang muncul dalam bacaan Injil hari ini? Jika pernah, pasti ada dua perasaan menonjol yang kita alami. Pertama, kita merasa kecewa dan terluka karena perilaku orang-orang dewasa, yakni para murid, yang mengusir kita. Kita diusir karena dianggap remeh. Kedua, perasaan kita berubah menjadi amat bahagia karena Yesus ternyata menerima kita. Ia memberikan waktu-Nya bagi kita dan menyentuh kita. Kita pun merasa diperhatikan dan dicintai.

Tindakan yang dilakukan Yesus hari ini amat sederhana, tetapi sepenuhnya mengubah situasi. Anak-anak yang sering kali dianggap remeh dan tidak penting dengan ini dinyatakan adalah juga pribadi-pribadi yang berharga. Sementara itu, para murid mengusir anak-anak karena terbawa oleh semangat pemilahan bahwa anak-anak harus terpisah dari orang dewasa.

Hal Kerajaan Allah itu amat sederhana, yaitu seperti Yesus ketika membuat anak-anak kecil kembali pada suasana hati mereka yang ceria. Perihal Kerajaan Allah bukan melulu sesuatu yang sulit, yang hanya bisa diketahui oleh orang dewasa dan mereka yang pandai. Kerajaan Allah ditemukan dalam perkara-perkara sederhana, misalnya dengan memberikan waktu dan perhatian kepada anak-anak kecil, seperti yang dilakukan Yesus.