Hidup seperti Malaikat Surgawi

Rabu, 5 Juni 2024 – Peringatan Wajib Santo Bonifasius

47

Markus 12:18-27

Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang istri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan istrinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristrikan dia.” Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

***

Dalam bacaan Injil hari ini, orang Saduki menyerang Yesus dengan mengajukan pertanyaan tentang kebangkitan. Orang-orang itu tidak meyakini adanya kebangkitan. Kepada Yesus, mereka menanyakan tentang seorang perempuan yang kawin dengan tujuh orang laki-laki secara berturut-turut. Di alam kebangkitan nanti, siapa yang akan menjadi suami dari perempuan itu?

Terhadap pertanyaan yang sulit dan menjebak itu, Yesus menjawab, “Apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga.” Yesus tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi dengan ini, Ia juga memberikan pengajaran yang jelas dan tegas akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal.

Kebangkitan badan atau “hidup seperti malaikat di surga” menjadi harapan dan tujuan kita semua setelah kehidupan di dunia ini berakhir. Namun, setiap kali kita mendoakan Doa Bapa Kami, kita selalu memohon: “Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.” Kita yang masih berziarah di dunia ini berharap agar kehidupan surgawi itu terjadi di atas bumi, dan boleh kita cicipi.

Kehidupan surgawi dihidupi oleh Paulus dalam bacaan pertama hari ini (2Tim. 1:1-3, 6-12). Paulus hidup dalam terang kebangkitan Kristus, sehingga tidak ada lagi ketakutan dalam dirinya. Yang ada adalah kasih, kekuatan, dan keberanian untuk bersaksi. Paulus mengatakan bahwa kita semua dipanggil untuk menghidupi panggilan kekudusan ini.

Saudara-saudari yang terkasih, panggilan kekudusan itu bisa direfleksikan sebagai panggilan untuk menghidupi hidup seperti malaikat surgawi. Hidup seperti malaikat surgawi adalah hidup yang penuhi dengan Roh, yakni kasih, kesabaran, damai sejahtera, keberanian, dan sukacita. Mari kita hidup seperti malaikat-malaikat surgawi! Mari kita menjadi pribadi-pribadi yang mampu membawa kasih, kesabaran, kedamaian, keberanian, dan sukacita kepada semua orang di mana pun kita berada!