
Matius 6:7-15
“Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
***
Hari ini, Yesus mengajarkan kita arti dari doa. Kita semua sering berdoa, namun apakah kita sungguh tahu arti doa yang kita panjatkan? Paus Fransiskus mengatakan bahwa doa adalah “berbicara dengan Allah seperti seorang anak berbicara kepada ayahnya”. Doa tidak harus selalu indah atau sempurna. Yang penting adalah kejujuran hati. Bapa Suci juga mengatakan bahwa doa sejati muncul ketika kita sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan. Orang yang merasa cukup dengan dirinya sendiri sulit untuk sungguh berdoa.
Yesus hari ini memperkenalkan Doa Bapa Kami kepada kita, sebuah doa yang komplet bagi umat beriman. Melalui Doa Bapa Kami, kita sebenarnya diajak untuk memahami arti kepercayaan penuh seorang anak kepada ayahnya. Kita juga diajak untuk membangun rasa persaudaraan di dalam Bapa, untuk berharap akan hadirnya Kerajaan Allah, dan untuk bisa mengampuni. Ini adalah doa yang mampu mengantar kita menjadi anak-anak Allah yang sejati.
Anak-anak yang akan dibaptis dan menerima komuni pertama semuanya diajak untuk mengenal Doa Bapa Kami. Doa inilah yang menjadi fondasi hidup iman kita. Kita diajak untuk selalu sadar bahwa kita adalah anak yang punya Bapa yang selalu ada untuk kita. Seperti yang Paus Fransiskus katakan, doa adalah sebuah relasi dan membutuhkan kejujuran. Doa Bapa Kami adalah doa dari Yesus yang membangun relasi antara kita dan Bapa.
Pertanyaan untuk kita: Bagaimana kita menjalankan hidup doa kita pada Masa Prapaskah ini? Maukah kita berelasi lebih erat dengan Bapa sepanjang Masa Prapaskah ini dan seterusnya?










