
Markus 16:9-15
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Darinya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”
***
Allah merancang hal-hal gemilang bagi manusia, tetapi manusia adalah makhluk yang sulit diduga. Ini terjadi sejak zaman Adam dan Hawa, di mana karya penciptaan yang dilakukan Allah justru dirusak oleh manusia karena ketidaktaatan dan pemberontakan yang mereka lakukan.
Manusia sungguh tidak bisa diandalkan. Penderitaan sering kali membuat manusia tidak mampu bertahan. Hal ini juga terjadi pada Simon Petrus. Kepadanya, Yesus dahulu berharap banyak, sampai-sampai memberikan julukan Petrus yang artinya “batu karang”. Akan tetapi, penderitaan ternyata membuat si batu karang rapuh dan takut. Ia sempat menyangkal Yesus sampai tiga kali.
Murid-murid Yesus yang lain situasinya juga tidak jauh berbeda. Mereka telah bersama Yesus sejak awal, mengikut Dia, mendapat pengajaran dari-Nya, dan menyaksikan sendiri karya-karya besar yang dilakukan Yesus. Namun, mereka tidak kunjung mengenal Dia dengan benar. Mereka sungguh bergulat untuk menjadi murid-murid Yesus yang sejati. Hal itu bahkan masih terjadi sesudah kebangkitan Yesus, sehingga Yesus yang bangkit masih mengecam ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka.
Meskipun demikian, Yesus tetap memberi mereka kepercayaan yang besar untuk meneruskan pewartaan-Nya. Petrus dan murid-murid yang lain diberi-Nya tanggung jawab untuk memberitakan Injil ke seluruh penjuru dunia sampai saat Yesus datang kembali kelak. “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk,” demikian Yesus menyampaikan amanat agung kepada para murid-Nya.
Yesus tidak pernah meninggalkan para murid dalam menjalankan tugas perutusan itu. Ia menyertai mereka senantiasa melalui kehadiran Roh Kudus. Para murid tidak boleh mengandalkan kekuatan sendiri dalam mewartakan Injil, sebab karya keselamatan akan gagal kalau mengandalkan kekuatan manusiawi. Kita pun dipanggil Yesus untuk terlibat dan mengambil tanggung jawab mewartakan Kabar Baik. Mari bertanya pada diri kita masing-masing: Apa bentuk keterlibatan kita dalam menjalankan amanat agung Yesus?










