Ketika Berhadapan dengan Penganiayaan

Minggu, 21 Juni 2026 – Hari Minggu Biasa XII

6

Matius 10:26-33

“Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun darinya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.”

***

Dua belas murid diutus Yesus untuk mewartakan datangnya Kerajaan Surga. Tugas pelayanan yang harus mereka lakukan sama dengan yang dilakukan oleh Yesus sendiri, yakni menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan-setan. Untuk itu, sebelum pergi, mereka diberi kuasa agar mampu melakukan hal-hal luar biasa tersebut. Namun, siapa bilang dengan itu tugas mereka jadi mudah?

Yesus sendiri memberi peringatan bahwa para rasul akan menemui banyak kesulitan. Misi mereka baik, tetapi sayangnya tidak semua orang bersedia membuka hati untuk menerimanya. Mereka bisa jadi malah akan dibenci dan dianiaya. Namun, Yesus mendorong murid-murid-Nya agar jangan merasa takut. Bapa akan selalu menyertai dan melindungi mereka. Seruan ini sekaligus merupakan jaminan bahwa hidup dan perjuangan mereka tidak akan sia-sia. 

Rasa takut memang akrab dengan kehidupan kita. Takut itu wajar, namun kalau sampai hidup seseorang dikuasai oleh ketakutan, tentu itu bukan hal yang baik. Orang jadi sulit untuk berkembang dan enggan membuat sesuatu yang inovatif. Dalam perikop ini bahkan ada sebuah pesan penting: Rasa takut bisa membelokkan jalan hidup seseorang. Karena itu, marilah kita mengatasi ketakutan-ketakutan yang ada dalam diri kita. Jadilah orang merdeka dengan bersikap berani.

Jangan takut kepada para penganiaya. Mereka bisa mencelakakan badan, tetapi tidak jiwa kita. Terlebih kita yakin bahwa kekuasaan Tuhan jauh mengatasi kekuatan mereka. Tuhan jelas lebih berkuasa daripada mereka, sebab Ia sanggup membinasakan jiwa dan badan sekaligus.

Dengan kiasan burung pipit dan rambut kepala, Yesus mengungkapkan perhatian Bapa kepada kita. Hal-hal sepele seperti itu diketahui oleh-Nya, apalagi hal-hal penting seperti hidup dan nyawa manusia. Karena itu, kita tidak perlu cemas. Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita tidak akan pernah dibiarkan sendirian. Dia yang penuh kasih akan senantiasa menjaga kita, sebab bagi-Nya, hidup setiap insan sangatlah berharga.

Semoga perkataan Yesus hari ini meneguhkan kita dalam mewartakan nilai-nilai Injil yang diajarkan-Nya. Semoga kita sebagai murid-murid Yesus masa kini makin teguh dalam berjuang mengalahkan kejahatan dengan melakukan kebaikan.