Komitmen Seorang Murid

Rabu, 30 September 2026 – Peringatan Wajib Santo Hieronimus

5

Lukas 9:57-62

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

***

Saya sedang tertarik membaca buku-buku tentang ikigai, sebuah konsep Jepang mengenai kebahagiaan hidup atau hidup yang bermakna. Buku Ikigai: Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang karya Hector Garcia dan Francesc Miralles menyatakan bahwa ikigai berarti berbahagia dengan tetap menyibukkan diri. Ikigai adalah sesuatu yang kita senangi, yang membuat kita bangun pagi dengan penuh semangat untuk mengejarnya. Ikigai hampir sama dengan konsep makna hidup dari seorang psikolog Victor Frankl. Ikigai-lah yang memotivasi orang untuk berjuang dan bertahan hidup lebih lama. “Mereka yang menemukan ikigai memiliki semua yang dibutuhkan untuk melalui hidup dalam perjalanan panjang yang menyenangkan,” demikian menurut Hector dan Fransesc.

Yesus hari ini mengajarkan tentang bagaimana menjadi murid yang sejati. Hal pertama yang dikatakan Yesus di depan para murid-Nya adalah: Menjadi murid hendaknya bukan untuk mencari rasa nyaman. Seorang murid harus rela hidup dalam ketidakpastian dan ketidaknyamanan. Serigala mempunyai liang, burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Hal kedua, Yesus mengajarkan bahwa bagi seorang pengikut-Nya, mewartakan Kerajaan Allah kepada semua orang adalah tugas tertinggi. Seorang murid yang sejati tidak diutus hanya untuk orang-orang tertentu yang dekat dengannya, keluarga, teman, atau orang sedaerah. Seorang pengikut Yesus harus terbuka untuk diutus mewartakan keselamatan bagi semua orang.

Tugas ketiga, seorang murid Yesus harus fokus dan berkomitmen untuk melaksanakan tugas kemuridannya. Seorang pengikut Yesus tidak boleh bersikap ragu atau setengah-setengah. Yesus berkata bahwa setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. Seorang murid harus serius dengan panggilan dan tugas pelayannya. Jangan gampang menyerah atau putus asa. Bagi Yesus, orang yang memutuskan untuk mengikuti Dia harus mengarahkan hati, pikiran, tenaga, dan hidupnya untuk tugas pelayanan.

St. Hieronimus yang kita peringati hari ini menunjukkan komitmennya yang kuat untuk mempelajari dan menerjemahkan Kitab Suci. Itulah ikigai-nya, itulah tugas pelayanan yang disukai dan dijalankan olehnya dengan gembira sebagai seorang murid Tuhan. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menjadi murid yang sejati dan tidak setengah-setengah dalam mengikuti Yesus.

Salah satu ikigai seorang Kristen adalah untuk melayani Tuhan dan sesama seperti yang telah dilakukan Yesus. Jika seorang murid menemukan kebahagiaan atau makna hidupnya dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama, dia akan memberikan waktu, pikiran, tenaga, dan hatinya untuk menyebarkan Kerajaan Allah dan kasih Tuhan kepada semua orang di mana saja dia berada. Di tempat kerja, gereja, masyarakat, dan di mana saja, dia akan terus memberi diri, membantu, dan mengasihi semua orang yang dijumpainya.