Panggilan untuk Mengasihi

Kamis, 1 Oktober 2026 – Pesta Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus

13

Matius 18:1-5

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

***

St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus pernah menulis demikian, “O Yesus, Kekasihku, akhirnya aku menemukan panggilanku. Panggilanku adalah kasih.” Hari ini Gereja memperingati Pesta St. Teresia yang memilih untuk menjalani hidup membiara dalam Ordo Karmel sejak usia 15 tahun. Dia menghayati hidup rohani secara sederhana yang dikenal sebagai “jalan kecil”. Dia menghayati prinsip sederhana bahwa kekudusan tidak harus dicapai lewat hal-hal yang luar biasa, tetapi melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan dengan cinta yang besar kepada Tuhan. Dia menghidupi jalan kerendahan hati dan penyerahan diri kepada belas kasihan Allah. Teresia yang kecil dan sederhana ini dinobatkan sebagai Pujangga Gereja oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1997.

Yesus hari ini menjawab pertanyaan para murid tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga dengan mengundang seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Menempatkan di tengah berarti Yesus mau mengajarkan kepada para murid bahwa anak-anak, yang menjadi simbol orang kecil, dalam pandangan Yesus adalah sosok yang penting, yang harus ditempatkan di pusat atau di tengah, bukan di pinggiran. Jawaban terhadap pertanyaan mereka sudah dijawab pertama-tama dengan tindakan Yesus menempatkan anak kecil yang sering diabaikan dalam masyarakat. Kerajaan Surga bukan soal ukuran besar atau kecil, tetapi soal sikap terhadap sesama.

Kemudian Yesus mengajarkan bahwa kalau mereka tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, mereka tidak layak bagi Kerajaan Surga. Orang yang pantas masuk ke dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang memiliki hati yang tulus, cinta yang sederhana, percaya, dan berpasrah kepada Tuhan seperti seorang anak kecil. Kalau para murid sibuk mengejar status dalam Kerajaan Surga, mereka tidak akan masuk ke dalamnya. Kesombongan dan ambisi yang mengaburkan atau bahkan menghilangkan kasih yang tulus kepada Tuhan dan sesama membuat para murid jauh dari Kerajaan Surga. Dengan demikian, yang terbesar dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang punya hati yang tulus, sederhana, percaya kepada Allah, serta kasih yang besar terhadap Allah dan semua orang, terutama mereka yang sering terpinggirkan.

St. Theresia mengajarkan sebuah jalan sederhana untuk menjadi bagian dalam Kerajaan Surga, yaitu jalan kecil, jalan kerendahan hati, atau jalan kasih. Untuk menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga, kita tidak membutuhkan perbuatan-perbuatan besar. Lakukanlah tugas-tugas sederhana dengan cinta yang besar kepada Tuhan dan sesama, maka Kerajaan Surga akan datang pada kita. Panggilan kita adalah panggilan untuk mengasihi Allah dan sesama. Praktikkan hidup doa sehari-hari yang sederhana sebagai tanda cinta kita kepada Tuhan. Praktikkan pula perbuatan-perbuatan kecil dengan cinta yang besar dan tulus untuk sesama dan alam semesta. Itulah kunci untuk masuk dan mengalami Kerajaan Surga, yakni kasih, sukacita, dan damai sejahtera.