Terlindung oleh Kasih-Nya

Jumat, 2 Oktober 2026 – Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung

5

Matius 18:1-5,10

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

***

Isu-isu kesehatan mental menjadi salah satu topik menarik akhir-akhir ini. Kesejahteraan psikologis atau mental menjadi salah satu kualitas hidup yang dikejar manusia zaman ini. Banyak orang membayar mahal untuk mengikuti kelas meditasi, yoga, gim, dan macam-macam seminar atau lokakarya penyembuhan diri untuk meningkatkan kesehatan mental. Sebagian orang juga bergumul dengan pengalaman kecemasan, kesepian, kesendirian, tak berharga, dan tak dicintai. Akibatnya, mereka mengalami depresi dan kecemasan berlebihan. Beberapa orang terpaksa mengambil jalan pintas untuk mengakhiri penderitaan batin mereka. Hari ini, Gereja Katolik merayakan peringatan para malaikat pelindung yang bagi orang beriman menjadi jaminan kesehatan mental dan spiritual.

Kitab Suci selalu mengajarkan bahwa Allah yang kita imani adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya berjalan sendirian. Dia mengutus malaikat untuk melindungi anak-anak-Nya terkasih. Bacaan pertama hari ini (Kel. 23:20-23a) menggambarkan bagaimana perlindungan Allah terhadap bangsa pilihan-Nya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.” Yang dibutuhkan dari umat Allah adalah bersahabat, mendengarkan, berjalan bersama, dan taat kepada tuntunan sang malaikat.

Sementara itu, bacaan Injil melukiskan bahwa semua orang, yang terkecil sekalipun, yang bagi dunia tidak berharga, sangat berharga di mata Allah dalam Kerajaan-Nya. Yesus hari ini menunjukkan sikap-Nya terhadap orang-orang yang lemah dengan menempatkan mereka di pusat kehidupan, bukan disingkirkan, diremehkan, diperlakukan tidak adil, atau dimanipulasi. Dia berkata, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” Anak-anak kecil, atau mereka yang sering dianggap kelas dua dan tidak penting, dilindungi oleh Bapa dengan kasih-Nya. Dia mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga mereka senantiasa.

Bagi siapa saja yang hari ini masih memiliki rasa cemas, kesepian, atau merasa tak berharga, peringatan para malaikat pelindung dan bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini hendaknya menguatkan. Allah tidak pernah meninggalkan kita berjalan sendirian apalagi dalam kegelapan derita. Kita semua memiliki malaikat pelindung yang selalu menuntun dan menjaga kita. Berdoa dan mintalah agar kita selalu dilindungi dalam setiap pekerjaan, masalah, rencana, dan cita-cita. Bapa melalui para malaikat-Nya akan selalu menemani kita. Jangan pernah merasa sendirian lagi. Percayalah bahwa malaikat pelindung sedang menjaga kita. Biarlah kecemasan, perasaan tak berharga, tak dicintai, dan ditinggalkan dalam diri kita tergantikan oleh sukacita dan syukur karena Bapa selalu melindungi kita dengan kasih ilahi-Nya.