Perjalanan Pertobatan

Sabtu, 24 Januari 2026 – Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Sales

9

Markus 3:20-21

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

***

Keadaan Yesus yang super sibuk, sampai tidak sempat beristirahat dan makan, tentu membuat kaum keluarga-Nya resah. Karena itu, mereka datang untuk “mengamankan” Yesus dari kerumunan massa yang tidak henti-hentinya mengikuti Dia. Bagi kaum keluarga-Nya itu, Yesus sudah tidak waras lagi, sebab Dia sibuk tanpa mengenal waktu, melayani sampai lupa diri.

Keluarga Yesus tentu punya harapan tertentu tentang Dia. Mungkin juga mereka merasa Yesus terlalu sibuk melayani orang lain dan kurang memperhatikan mereka. Apa persisnya yang berada di benak mereka sukar untuk diketahui. Yang jelas, sejak awal sudah tampak adanya ketegangan antara Yesus dan keluarga jasmani-Nya. Dalam cerita selanjutnya (Mrk. 3:31), akan kelihatan bahwa “kaum keluarga-Nya” itu ternyata adalah ibu dan saudara-saudara Yesus.

Dari kisah yang amat singkat ini, kelihatan bahwa misi dan pelayanan Yesus menghadapi tantangan, bukan saja dari pimpinan umat Yahudi, melainkan juga dari keluarga-Nya sendiri. Dalam Injil Markus, para murid Yesus sendiri juga sulit sekali memahami dan menerima Kerajaan Allah yang tengah Ia hadirkan. Kebaruan yang dihadirkan Yesus tidak dapat dipahami, bahkan oleh orang-orang terdekat-Nya.

Panggilan menjadi murid Yesus adalah proses pengenalan yang penuh tantangan dan perjuangan. Mengikuti Yesus adalah perjalanan pertobatan, proses mengubah mentalitas, pola pikir, dan tingkah laku agar sesuai dengan agenda, tuntutan, dan prioritas-Nya. Tanpa pertobatan, kita mungkin menjadi seorang Kristen, tetapi bukan murid Yesus. Tanpa pertobatan, kita mungkin menjadi warga Gereja, keluarga besar pengikut Yesus, yang tidak pernah sungguh memahami dan mengikuti-Nya, sebab kita menganggap ajaran dan tuntutan-Nya tidak masuk akal, bahkan tidak waras!