Bapa Surgawi Tahu yang Terbaik bagi Anak-anak-Nya

Kamis, 8 Oktober 2026 – Hari Biasa Pekan XXVII

6

Lukas 11:5-13

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan darinya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

***

Setelah mengajar para murid berdoa, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang yang meminjamkan roti kepada sahabatnya yang harus menjamu tamu yang datang pada malam hari. Dilukiskan bagaimana karena sikap sahabatnya yang tidak tahu malu, orang itu bangun dan memberikan apa yang diminta oleh sahabatnya itu. Dengan demikian, ia telah menyelamatkan citra sahabatnya itu sebagai tuan rumah yang bisa memberi sambutan yang baik bagi tamunya.

Dengan gambaran kepedulian seorang sahabat ini, Yesus meyakinkan para murid bahwa Bapa di surga akan mendengarkan setiap doa dan mengetahui apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Atas dasar keyakinan inilah, menurut-Nya, setiap doa disampaikan. Karena itu, Ia berkata kepada para murid, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan.”

Lebih lanjut untuk makin meyakinkan para murid, Yesus mengajak mereka untuk membandingkan antara kepedulian bapa duniawi dan Bapa surgawi. Berdasarkan kenyataan bahwa setiap bapa duniawi, walaupun bisa berbuat jahat, akan memberikan sesuatu yang baik bagi anaknya, Yesus menekankan betapa lebihnya Bapa surgawi dalam memperlakukan anak-anak-Nya. Ia akan memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya melebihi bapa mana pun.

Keyakinan bahwa Bapa pasti mendengar dan tahu memberi yang terbaik bagi anaknya harus selalu menjadi dasar dari doa-doa kita. Namun, hal ini tidak sama artinya dengan kita “mewajibkan” Bapa untuk selalu mengabulkan apa yang kita doakan. Kalau Bapa belum mengabulkan apa yang kita minta, tidak berarti bahwa Ia tidak mendengarkan kita. Bisa jadi Ia melihat bahwa waktunya belum tepat, atau hal yang kita minta bukanlah yang terbaik bagi hidup kita.

Dalam hal ini, kepasrahan Yesus dalam doa-Nya di Taman Getsemani selalu menjadi contoh yang terbaik, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk. 22:42). Dalam kepasrahan yang sama, kita diundang untuk menyerahkan semuanya ke dalam tangan Bapa karena yakin bahwa Ia tahu apa yang terbaik bagi anak-anak-Nya.