Tuhan Bertindak: Berjuang dan Terus Berjuang

Sabtu, 26 September 2026 – Hari Biasa Pekan XXV

2

Lukas 9:43b-45

Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

***

“Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”

Hidup seperti apa yang kita bayangkan? Apakah hidup yang berjalan mudah tanpa tantangan? Apakah hidup yang selalu memberikan keuntungan? Apakah hidup yang memberi kenyamanan? Meskipun jawaban “ya” atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dipahami sebagai kecenderungan alamiah manusia, pada kenyataannya, hidup tidaklah seperti itu.

Kita tahu bahwa hidup itu keras. Hidup itu penuh perjuangan. Kita berjerih payah dalam kehidupan. Seorang ibu berjerih payah melahirkan putra atau putrinya. Orang tua berjerih payah membesarkan dan membimbing anak. Seorang anak berjerih payah belajar agar semakin pandai dan terampil. Seorang wiraswasta berjerih payah agar bisnisnya bisa berhasil. Banyak contoh yang bisa kita teruskan di sini.

Tuhan datang ke dunia untuk berjuang. Tuhan berjuang karena Ia begitu mencintai kita. Tuhan berjuang membawa kita kepada keselamatan. Proses kita menuju keselamatan bukan proses yang instan seperti tukang sulap. Proses kita menuju keselamatan adalah perjuangan Tuhan, perjuangan salib yang memuncak pada peristiwa Paskah.

Perjuangan menjadi kebanggaan kita yang sungguh mencintai Tuhan. Kesulitan dan tantangan menjadi bagian dari perjuangan hidup kita. Tuhan memberi rahmat yang cukup bagi kita untuk berjuang. Hasil yang nyata justru terlihat dari ketekunan kita dalam berjuang. Karena itu, setiap kali kita mengawali hari kita, percayalah bahwa Tuhan mengajak dan mendampingi kita untuk berjuang.

Mari mohon rahmat agar hati kita dikobarkan oleh semangat untuk berjuang.