
Efesus 3:14-21
Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari-Nya semua turunan yang di dalam surga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
***
Paulus menyampaikan berbagai permohonan kepada Allah untuk kepentingan jemaat Efesus. Salah satu yang dimohonkan oleh Paulus adalah supaya Allah memberi kekuatan di dalam batin manusia melalui Roh-Nya, sesuai kekayaan kemuliaan-Nya. Paulus memahami bahwa tekanan dari luar yang membuat manusia menderita, seperti penganiayaan, penderitaan, atau pergumulan hidup, dapat menggoyahkan jiwa mereka.
Orang beriman yang tidak tahan menghadapi penderitaan karena iman dapat meninggalkan iman mereka agar lepas dari penderitaan itu. Batin orang beriman harus dikuatkan supaya sanggup bertahan menghadapi penderitaan dan kesulitan. Roh Kudus yang dicurahkan kepada orang beriman bekerja di dalam diri mereka untuk memperbarui mentalitas, memberikan keberanian, dan menguatkan daya tahan rohani, agar mereka tidak putus asa.
Bila Allah sudah meneguhkan para anggota jemaat, Kristus diam di dalam hati mereka. Diam yang dimaksud berarti tinggal menetap sebagai pemilik rumah, bukan sekadar berkunjung atau singgah. Dalam permohonan ini, Paulus sebenarnya justru menyerahkan seluruh bagian kehidupan para anggota jemaat kepada kuasa kasih Kristus. Kristus diberi wewenang penuh untuk memperbaiki, membersihkan, dan menguasai setiap sudut hati manusia. Kalau Kristus sudah menguasai hati orang beriman, Ia juga menguasai seluruh diri mereka.
Kalau Kristus sudah menjadi pemilik diri orang beriman, keinginan dan ambisi pribadi tidak lagi menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Kristus memegang kunci atas setiap ruang kehidupan. Pikiran, perasaan, dan kehendak ada dalam kuasa kasih-Nya. Keinginan yang didasari oleh ambisi pribadi akan digantikan oleh kerinduan untuk melakukan apa saja yang menyenangkan hati Allah. Kehadiran Kristus di dalam batin akan menghasilkan buah roh, yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, dan penguasaan diri. Semua ini bukan hasil dari usaha dan kerja keras orang beriman, melainkan buah dari kehadiran Kristus di dalam batin mereka.










