Menanggapi Undangan Kerajaan Surga

Minggu, 11 Oktober 2026 – Hari Minggu Biasa XXVIII

16

Matius 22:1-14

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: “Hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

***

Sukacita biasanya ditandai dengan perjamuan, dan perjamuan pasti menggembirakan. Syukuran atas kelahiran anak, ulang tahun, kelulusan, pernikahan, promosi jabatan, dan yang lainnya hampir pasti dilaksanakan dengan mengadakan perjamuan, selain dengan doa-doa.

Bacaan Injil hari ini menggambarkan Kerajaan Surga yang seperti perjamuan nikah yang diselenggarakan seorang raja bagi anaknya. Undangan telah disebar, perjamuan telah disiapkan, tetapi para undangan menolak untuk hadir. Ada yang beralasan karena sibuk mengurus ladang atau mengurus usaha, bahkan ada pula yang tidak hanya menolak menghadiri pesta, tetapi juga memperlakukan para utusan raja dengan kasar. Akhirnya, raja menjadi marah, dan undangan diberikan kepada siapa saja yang dijumpai di jalan.

Kerajaan Surga pertama-tama adalah sebuah undangan dari Allah yang menghendaki kita mengalami sukacita, keselamatan, dan persekutuan dengan-Nya. Pertanyaan yang harus kita renungkan terus-menerus adalah: Bagaimana kita menanggapi undangan Allah itu?

Pertama, undangan harus ditanggapi dengan kehadiran. Ketika menerima undangan Allah, kita harus sungguh-sungguh datang, mengambil bagian dalam kehidupan yang ditawarkan-Nya. Tidak cukup hanya dengan berkata, “Aku percaya akan Allah,” kita harus sungguh memberi ruang bagi Allah dalam kehidupan harian kita. Sering kali kita seperti orang-orang dalam perumpamaan itu: Tidak secara terang-terangan menolak Allah, tetapi kita terlalu sibuk, sehingga tidak mempunyai waktu untuk memenuhi undangan-Nya. Pekerjaan, usaha, kesenangan diri, juga berbagai persoalan hidup membuat kita lupa bahwa Allah mengundang kita untuk tinggal dalam kasih-Nya. Kita mengabaikan undangan-Nya.

Kedua, hadir dalam perjamuan menuntut kesiapan mengenakan pakaian pesta. Dalam perumpamaan itu dikisahkan kehadiran seseorang tanpa mengenakan pakaian pesta. Pakaian pesta adalah gambaran disposisi hati dan pikiran yang sesuai dengan kehendak Allah. Menjadi bagian dari Kerajaan Surga bukan sekadar hadir secara lahiriah. Kita dipanggil untuk mengalami perubahan batin, pertobatan, dan transformasi dalam wujud hati yang mau mengampuni, pikiran yang terbuka terhadap kebenaran, kerendahan hati untuk bertobat, kepedulian kepada yang kecil dan menderita, serta kesediaan untuk mengasihi.

Setiap hari, Allah mengundang kita ke dalam perjamuan-Nya. Jangan biarkan kesibukan diri dan dunia ini membuat kita mengabaikan undangan itu. Datanglah memenuhi undangan itu, dan ketika datang, jangan hanya hadir secara fisik, tetapi bawalah hati dan pikiran yang siap dibentuk oleh kehendak-Nya. Kerajaan Surga adalah sukacita bagi yang bersedia menerima undangan dan yang membiarkan hidupnya diubah oleh kasih Allah.