Problem Kesetiaan: Belajar dari Nabi Hosea (1)

237

Ketika saling menerimakan Sakramen Perkawinan, pasangan calon suami dan istri percaya bahwa Allahlah yang mempersatukan keduanya dalam ikatan perkawinan. Umat yang hadir pun menegaskan keyakinan ini dengan menyatakan, “Yang dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan manusia.”

Namun, apakah calon suami dan istri bertanya, “Mengapa Allah mempersatukan saya dengan orang yang akan menjadi istri atau suami saya ini?” Ketika muncul berbagi persoalan dalam kehidupan keluarga, apakah orang masih ingat bahwa Allah yang mempersatukan keduanya? Kalau sampai terjadi bahwa suami dan istri mengambil keputusan untuk berpisah, apakah mereka akan berkata bahwa Allah yang dulu mempersatukan kita, sekarang memisahkan atau menceraikan kita?

Dalam tulisan ini, kita akan belajar bagaimana hidup dalam kesetiaan. Untuk itu, kita akan ditemani oleh seorang nabi yang memperistri dan mengasihi seorang pelacur. Nabi itu adalah Nabi Hosea.

(Bersambung)