
Yohanes 20:19-23
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
***
Hari ini, kita merayakan Pentakosta, hari raya turunnya Roh Kudus atas para rasul, momen yang sekaligus disebut sebagai hari lahirnya Gereja. Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mempersiapkan hal itu. Ketika para murid berkumpul di suatu tempat yang pintunya terkunci rapat, sebab mereka takut kepada orang-orang Yahudi, Yesus hadir menampakkan diri. Ia berdiri di tengah-tengah mereka yang sedang bersembunyi dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia menunjukkan bekas luka di tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Seketika itu juga, sukacita meliputi murid-murid, dan Yesus lalu mengembusi mereka dengan Roh Kudus.
Saat ini, dunia di sekitar kita sedang tidak bersahabat. Perang yang tidak kunjung berakhir berdampak pada semakin maraknya pertikaian, perpecahan, kelaparan, dan perusakan alam. Ketakutan dan kekhawatiran dalam menjalani kehidupan ini membuat banyak orang lebih memilih menutup diri dan terfokus untuk memikirkan diri mereka sendiri. Ruang hati manusia terkunci rapat karena rasa takut. Namun, pada Hari Raya Pentakosta ini, kita kembali diingatkan bahwa Tuhan selalu hadir melalui Roh Kudus-Nya yang dengan setia membawa damai sejahtera untuk menguatkan setiap pribadi dan tidak akan habis ditelan waktu.
Ruang yang terkunci rapat dan hati yang diliputi oleh ketakutan menggambarkan keputusasan, ketidakberdayaan, dan hilangnya kepercayaan diri kepada Sang Maharahim. Tuhan yang senantiasa hadir dalam setiap peristiwa kehidupan ini terkadang tidak terlihat oleh mata hati kita. Roh Kudus yang kita terima pada hari ini merupakan gambaran akan sambutan dan pelukan hangat Tuhan yang melegakan hati dan membawa kedamaian bagi setiap jiwa. Tuhan selalu setia dan senantiasa ada untuk kita. Ia menunggu respons dan kepekaan kita untuk menerima-Nya. Selamat Hari Raya Pentakosta.










