Keselamatan bagi Semua Orang

Kamis, 27 Juni 2019 – Hari Biasa Pekan Biasa XII

95

Matius 7:21-29

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

***

Bacaan pertama hari ini diambil dari kitab Kejadian (Kej. 16:1-12, 15-16). Dikisahkan, Abram dan Sarai gelisah sebab belum juga memiliki keturunan hingga usia tua. Hal ini terjadi karena kemandulan Sarai, istri Abram. Berangkat dari situasi itu, Sarai lalu mengizinkan Abram untuk mendekati Hagar, hambanya, dengan tujuan mendapatkan keturunan. Dari Hagar, kemudian lahirlah Ismael.

Kelak, karena konflik antara Sarai dan Hagar, Abram terpaksa mengusir Hagar dan Ismael hingga terancam mati kehausan di padang gurun. Namun, Allah melalui malaikat-Nya tidak meninggalkan mereka berdua. Ia tetap menyertai mereka sebagai bangsa yang diberkati dan menjanjikan keselamatan bagi mereka di kemudian hari. Dengan demikian, kelahiran Ismael secara simbolis menandai bagaimana Allah berusaha untuk membuka diri terhadap bangsa-bangsa lain di luar garis perjanjian eksklusif-Nya dengan bangsa Israel.

Keterbukaan Allah berkenaan dengan masalah keselamatan manusia kembali ditegaskan Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Yesus menegaskan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga bukanlah orang yang rajin meneriakkan nama Tuhan, melainkan mereka yang melaksanakan kehendak Bapa. Pernyataan ini menegaskan sesuatu yang sangat penting berkaitan dengan relasi manusia dengan Tuhan, juga mengenai keselamatan yang akan diberikan Tuhan kepada manusia. Keselamatan dari Tuhan akan dinikmati oleh semua orang yang membuka diri bagi-Nya dan yang sungguh-sungguh menjalani kehendak Allah dalam hidupnya.