Ganjaran bagi Para Pengikut Yesus

Selasa, 25 Mei 2021 – Hari Biasa Pekan Biasa VIII

53

Markus 10:28-31

Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

***

Dalam bacaan Injil hari ini, kita berjumpa dengan Petrus, yang atas nama rekan-rekannya, menanggapi pernyataan Yesus perihal pelepasan total dari barang-barang duniawi. “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” demikian ia berkata.

Reaksi Petrus ini sangat erat hubungannya dengan kisah tentang seorang kaya yang mendekati Yesus dan bertanya mengenai apa yang harus ia lakukan untuk memperoleh hidup kekal (Mrk. 10:17-27). Yesus menjawab pertanyaan itu dengan mengutip perintah-perintah utama yang mesti dihayatinya, tetapi orang itu lalu menyatakan bahwa ia telah melakukan semua yang dikatakan Yesus. Yesus lantas berkata kepadanya, “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mrk. 10:21).  

Selanjutnya penginjil Markus mengisahkan bahwa untuk menanggapi keluhan Petrus di atas, Yesus menjanjikan anugerah sebanyak seratus kali lipat dan jaminan kehidupan kekal bagi mereka yang menyerahkan diri, termasuk menyerahkan orang-orang terkasih dan harta benda, demi mengikuti-Nya dan karena Injil.

Menyerahkan segala sesuatu untuk mengikuti panggilan Tuhan tentunya tidak hanya berlaku bagi mereka yang terpanggil menjadi biarawan-biarawati, kaum klerus, dan semua yang tergabung dalam komunitas hidup bakti, yang meninggalkan semua milik pribadi demi meneladani Kristus dan melanjutkan misi-Nya di tengah dunia. Ajakan Yesus ini tidak hanya dialamatkan kepada mereka yang menghayati panggilan khusus tersebut. Sebagai orang-orang yang dibaptis, kita semua dipanggil untuk mengikuti teladan Yesus dan melanjutkan misi kasih-Nya di tengah dunia melalui profesi kita masing-masing.

Apa yang perlu kita tinggalkan agar dapat mengikuti undangan Tuhan dengan tulus hati? Ketulusan kita dalam mengikuti panggilan Tuhan menuntut pengorbanan yang tak kenal lelah, keberanian untuk keluar dari zona nyaman, dan sikap rendah hati. Jika kita bersedia dan berani untuk menyerahkan segala sesuatu, yakni kepentingan-kepentingan diri dan kelompok kita, demi menghadirkan semangat kasih Kristus di tengah dunia, kita akan menerima ganjaran seratus kali lipat dan mengalami hidup yang kekal.