Datang dan Mengenali Yesus

Minggu, 1 Agustus 2021 – Hari Minggu Biasa XVIII

82

Yohanes 6:24-35

Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

***

Dalam bacaan Injil hari ini, kita mengetahui bahwa orang banyak mencari Yesus ketika mereka sudah kenyang (berhubungan dengan Yoh. 6:1-15 tentang Yesus memberi makan lima ribu orang). Penting bagi kita untuk bertanya: Apakah diri kita sama seperti orang banyak tersebut? Apakah kita juga mencari Tuhan saat “kenyang”, saat merasa kebutuhan-kebutuhan kita tercukupi, dan saat keinginan-keinginan kita terkabul ? Jangan-jangan kita mencari Tuhan, merasa kenal dan membutuhkan Dia hanya pada saat-saat demikian.

Dalam kondisi berkecukupan pun, terkadang kita masih belum benar-benar menyadari bahwa kecukupan atau rasa “kenyang” yang kita alami merupakan karya Yesus dalam kehidupan kita. Hal itu sama seperti orang-orang yang sudah kenyang dalam bacaan Injil hari ini. Orang-orang itu belum juga mengenali Yesus sebagai utusan Allah, sehingga masih meminta tanda agar mereka bisa sungguh percaya kepada-Nya.

Bisa jadi kondisi yang belum benar-benar menyadari pribadi dan karya Yesus inilah yang menyebabkan munculnya rasa khawatir akan kekurangan dalam diri kita. Karena itu, kita diajak untuk sungguh datang kepada Yesus, tidak hanya dalam kondisi berkecukupan saja, agar hidup kita sungguh penuh dan berkelimpahan, agar hidup kita tidak lagi dihantui rasa khawatir akan kekurangan. Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, sudahkah kita datang dan mengenali karya Yesus secara sungguh-sungguh dalam hidup kita?