Luar Bersih, Dalam Penuh Rampasan

Selasa, 12 Oktober 2021 – Hari Biasa Pekan XXVIII

54

Lukas 11:37-41

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

***

Ketika menghadiri suatu perjamuan, Yesus makan tanpa terlebih dahulu mencuci tangan. Bagi orang Farisi, tangan yang tidak dicuci adalah tangan yang najis. Tangan yang kotor ini akan membuat semua makanan yang disentuh menjadi najis. Orang yang makan dengan tangan yang najis akan membuat seluruh dirinya najis. Orang Farisi heran melihat tindakan Yesus tersebut. Yesus pun menanggapi keheranan itu dengan mengecam pandangan mereka yang keliru.

Menurut Yesus, tampaknya saja orang Farisi suci karena memenuhi segala peraturan keagamaan Yahudi, misalnya peraturan yang berkaitan dengan kenajisan itu. Namun,  mereka ternyata melakukan banyak kejahatan dan dosa yang tidak dilihat orang lain. Bagian dalam diri mereka bahkan penuh dengan rampasan dan kejahatan. Rupanya Yesus melihat bahwa orang Farisi banyak yang memperoleh kekayaan dengan cara yang tidak benar. Ibarat cawan, bagian luar mereka bersih, tetapi bagian dalamnya penuh kotoran.

Yesus mengingatkan supaya orang Farisi yang memiliki banyak kekayaan memberikan sedekah. Dengan memberi sedekah, mereka menggunakan harta mereka untuk menolong orang-orang yang mengalami kesulitan. Tentu saja bukan supaya orang banyak melihat perbuatan itu dan memuji mereka. Sebaliknya, pemberian sedekah itu harus didasari dengan bersihnya hati yang ingin melihat orang lain berbahagia.

Kita dapat belajar dari peringatan Yesus ini bahwa apa yang kita lakukan seharusnya mencerminkan isi hati kita. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang baik hanya sebagai tutup untuk menyembunyikan kejahatan yang ada di dalam diri kita. Yesus mengingatkan kita agar membuat hati kita bersih, dan hendaknya kita memancarkan kebersihan hati itu dalam kasih kepada sesama.