Lihatlah Anak Domba Allah!

Sabtu, 3 Januari 2026 – Hari Biasa Masa Natal

87

Yohanes 1:29-34

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian sesudah aku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

***

Ketika melihat Yesus, Yohanes Pembaptis berseru, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Seruan Yohanes ini menuntun langkah iman kita untuk mengenal Yesus. Kita diajak untuk semakin peka dalam mengenali kehadiran Tuhan yang selalu menyertai kita melalui peristiwa inkarnasi. Setiap kita mengikuti perayaan Ekaristi, seruan ini akan selalu kita dengar. Dalam kesempatan itu, imam mengulangi kata-kata Yohanes sambil mengangkat Tuhan yang hadir dalam rupa hosti yang kudus agar semua dapat melihat-Nya.

Oleh sebab itu, salah satu cara paling menakjubkan dan intim untuk merasakan kehadiran Tuhan adalah melalui perayaan Ekaristi. Namun, selain itu, Tuhan hadir pula melalui banyak cara lainnya, misalnya dalam khotbah para imam, dalam ajaran Gereja, dalam doa-doa pribadi, dalam tindakan kasih kepada sesama, dan sebagainya. Setiap kali Tuhan hadir bagi kita, kita diajak untuk mengenali-Nya dengan kekaguman dan keheranan yang tulus, sebagaimana perasaan yang pastinya memenuhi hati Yohanes saat menyadari bahwa Yesus, saudara sepupunya, adalah Mesias.

Momen itu pastilah begitu luar biasa dan penuh sukacita bagi Yohanes. Ia menyadari bahwa tujuan hidupnya adalah untuk mempersiapkan jalan bagi sang Mesias. Sebagai pendahulu Mesias, Yohanes mengemban tugas mulia untuk berkhotbah dan memberikan baptisan pertobatan bagi mereka yang mau percaya.

Pengalaman Yohanes menjadi undangan bagi kita untuk tetap berjaga dan bersiap diri menyambut kedatangan Yesus di antara kita. Kehadiran-Nya senantiasa nyata dan menyentuh kehidupan kita. Seperti Yohanes, ketika berjumpa dengan Dia, kita dipanggil untuk berseru dengan penuh iman, “Lihatlah Anak Domba Allah!”