
Yohanes 1:29-34
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”
***
Dalam bacaan Injil hari ini, Yohanes ditampilkan sebagai saksi, bukan pembaptis. Ia diutus untuk memberi kesaksian tentang Yesus. Inilah kesaksian Yohanes tentang Dia.
Pertama, Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah Anak Domba pemberian Allah, seperti domba yang dahulu disediakan Tuhan untuk dikurbankan demi menyelamatkan Ishak (Kej. 22:13). Yesus adalah pemberian diri Allah untuk menyelamatkan dunia. Seluruh hidup-Nya memperlihatkan hal itu. Pemberian diri itu memuncak pada pemuliaan-Nya di salib demi menghapus dosa manusia. Dia bagaikan Anak Domba Paskah yang dikurbankan pada saat Allah menyelamatkan umat Israel dari perbudakan. Yesus akan divonis mati bertepatan dengan saat orang Yahudi menyembelih domba Paskah (Yoh. 19:14). Saat Yesus wafat, tulang-Nya tidak dipatahkan. Ia utuh (suci dan murni) seperti domba tanpa cacat untuk perjamuan Paskah. Ia seperti domba yang taat dibawa ke tempat pembantaian, tanpa protes dan keluhan (Yes. 53:4-7). Ia wafat demi memikul dosa kita, sehingga kita dapat hidup tanpa beban dosa itu.
Kedua, Yesus adalah Mesias yang dipenuhi oleh Roh Allah. Kesaksian Yohanes yang melihat Roh Kudus turun atas Yesus ditegaskan dua kali. Kedatangan Yesus memenuhi nubuat para nabi tentang kedatangan zaman Mesias, saat Roh Allah memperbarui umat-Nya (Yes. 32:15; Yeh. 36:26-27). Dalam pembaptisan, kita menjadi manusia baru yang dipanggil untuk memperbarui dunia.
Ketiga, Yesus adalah Anak Allah. Kita diajak untuk terus bersaksi tentang Yesus sebagai Hamba Tuhan dan Mesias pilihan Allah, sekaligus menyembah Dia sebagai Anak yang berasal dan diutus oleh Allah, yang telah ada bersama Allah sejak awal mula (bdk. Yoh. 1:2). Kesatuan dengan Bapa itulah yang memungkinkan sang Anak memperkenalkan Bapa secara sempurna, menganugerahkan kasih dan pengampunan-Nya, serta memungkinkan kita mengambil bagian dalam Roh dan hidup Allah.










