Melakukan Kebenaran Berarti Datang kepada Terang

Rabu, 15 April 2026 – Hari Biasa Pekan II Paskah

9

Yohanes 3:16-21

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak tampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

***

Bacaan pertama (Kis. 5:17-26) menunjukkan bahwa pengajaran para rasul dan pemberitaan mereka mengenai Injil tentang Yesus yang adalah Mesias mengalami banyak kesulitan dan tantangan. Namun, mereka tidak sendirian, sebab penyertaan Tuhan selalu bersama mereka. Ketika rasul-rasul ditangkap dan dipenjarakan, malaikat Tuhan datang, membuka pintu-pintu penjara, dan membawa mereka ke luar. Ini bukan misi pelarian. Pembebasan ini dimaksudkan agar para rasul bisa kembali melanjutkan tugas dan misi mereka.

Menjadi pelaku atau pembawa kebenaran memang bukan hal mudah. Karena itulah banyak yang memilih bersikap diam. Ketika terjadi sesuatu yang keliru bahkan banyak yang mengelak dengan berkata, “Itu bukan urusanku.” Ini terjadi di mana-mana. Seorang murid dirundung di depan mata, tetapi teman-temannya hanya menyaksikan hal itu dalam diam. Seorang perempuan menjadi korban pelecehan, tetapi orang-orang dekat yang mengetahui kejadian itu malah tidak memberikan pertolongan dan dukungan yang dibutuhkan si korban.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata dengan tegas, “Barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak tampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Para rasul diminta memberitakan firman yang hidup, Sang Kebenaran itu sendiri. Mereka tidak boleh takut dan melakukannya secara sembunyi-sembunyi, malah diminta untuk berdiri di Bait Allah, di tempat terbuka. Tuhan menghendaki agar pemberitaan kebenaran kepada orang banyak terus dilakukan. Para rasul tidak boleh takut akan ancaman manusia. Mereka harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.

Kita perlu belajar meneladan sikap para rasul dan beriman teguh pada janji Yesus. Tidak perlu takut dan cemas, bahkan jika kita memberitakan kebenaran itu sendirian, tanpa ada dukungan dari orang-orang lain. Tidak perlu juga kita sibuk menggalang dukungan, seperti yang dilakukan para politikus atau tren yang sekarang banyak kita temukan di media sosial. Hati-hati, jangan sampai fokus kita malah berubah arah, dan niat untuk memberitakan kebenaran tercemar oleh niat untuk menjadi yang paling benar. Lihat sikap para rasul ketika memberitakan kebenaran. Mereka tidak sibuk menjatuhkan pihak lain. Sebaliknya, yang keluar dari mulut mereka hanyalah firman Allah. Mereka benar-benar sadar dan konsisten dalam menjadi pewarta firman.

Kecemasan bahwa kebenaran mungkin tidak akan muncul, sehingga kita akan tetap tinggal di dalam kegelapan, harus kita lawan dengan iman. Tuhan tidak pernah ingkar. “Barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” Mengikuti waktu Tuhan, semuanya pasti akan menjadi terang melalui kuasa-Nya.