Allah Sumber Pembaruan Relasi

Bible Camp Siswa Katolik Keuskupan Manado ke-XIX Tahun 2026

16

Manado – Pada hari Jumat (19/06/26) sampai dengan Minggu (21/06/26) telah diadakan kegiatan Bible Camp Siswa (BCS) ke-XIX Keuskupan Manado. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang menjadi bagian dari program kerja Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado. Sasaran kegiatan ini adalah pendampingan bagi para kaum muda dan remaja Katolik tingkat SMA/SMK dan sederajat untuk mencintai Kitab Suci dan menjadi fasilitator kerasulan Kitab Suci.

BCS merupakan salah satu kegiatan tahunan yang dibuat dalam rangka mendampingi pemuda/i dan kaum remaja Katolik untuk mendalami Kitab Suci dengan cara yang unik dan sesuai dengan dunia kaum muda. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk mendalami Kitab Suci dengan menggunakan metode tujuh langkah yang dibalut dalam kegiatan camping. Para frater dari Skolastikat MSC Pineleng diajak untuk bekerja sama sebagai panitia.

BCS bukan hanya merupakan wadah bagi para siswa/i untuk mendalami Kitab Suci, melainkan juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar mengorganisasi kegiatan kerasulan Kitab Suci. Dalam menyukseskan kegiatan ini, para frater melibatkan para siswa/i yang sebelumnya pernah menjadi peserta BCS untuk menjadi panitia, fasilitator, dan relawan. Dengan begitu, kegiatan ini akan berkelanjutan, dan regenerasi kepemimpinan dapat terus diwariskan.

Guru pendamping berpose bersama dengan RP. Hermas Asumbi MSC, Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado

Kegiatan BCS tahun ini dibuat di Pasar Tematik Tongkaina Manado, dan diikuti oleh 219 orang yang terdiri atas 104 peserta dari 18 sekolah, 8 guru pendamping, 55 panitia siswa, 22 fasilitator muda, 7 kakak relawan, dan 23 frater MSC. Ada pun sekolah-sekolah yang bergabung adalah SMA Negeri 2 Manado, SMA Negeri 3 Manado, SMA Katolik Karitas Tomohon, SMA Negeri 9 Manado, SMA Negeri 1 Remboken, Manado Independent School, SMA Negeri 8 Manado, SMA Negeri 1 Maesaan, SMK Familia Tomohon, SMA St. Ignatius Manado, SMA Frater Don Bosco Manado, SMA Frater Don Bosco Bitung, SMA Negeri 1 Manado, SMA Katolik Theodorus Kotamobagu, SMA Aquino Amurang, SMA Katolik Rex Mundi Manado, SMA Seminari Xaverius Kakaskasen, dan SMK YADIKA Manado.

Dalam jalannya kegiatan, panitia dibantu oleh para fasilitator yang telah mendapat pembelajaran dan pembekalan khusus untuk mendalami Kitab Suci dengan metode tujuh langkah. Para fasilitator mendampingi peserta agar semakin mengenal, mendalami, dan menghidupi nilai-nilai dalam Kitab Suci. Melalui sharing di dalam kelompok dan bibliodrama, peserta diarahkan agar semakin mencintai Kitab Suci. Selain itu, ada pula kegiatan lain yang dibuat untuk mengembangkan antusiasme peserta, seperti meditasi, taize, ibadat sabda, doa bersama, konseling, sakramen tobat, outbound, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang kaya dengan nilai-nilai moral dan spiritual.

Peserta mendalami Kitab Suci dalam kelompok bersama para fasilitator dengan metode tujuh langkah

BCS ke-XIX ini mengusung tema: Allah Sumber Pembaruan Relasi. Melalui tema ini, para peserta hendak diajak untuk memperbarui relasi mereka dalam kehidupan bersama, khususnya membangun intimitas mendalam dengan Tuhan. Selain itu, semangat kehadiran sangat ditekankan, mengingat fenomena anak muda zaman sekarang yang cenderung akrab dengan dunia layar. Ajakan ini ditegaskan oleh RP. Jackry Tamboto MSC berdasarkan kisah Anak yang Hilang (Luk. 15:11-32). Pastor Jackry mengajak para peserta untuk belajar mendengarkan setiap gerakan dan dinamika batin, agar semakin peka dalam membangun relasi, serta menjadi fondasi utama dalam membangun ketaatan. Hal ini ditegaskan pula oleh RP. Hermas Asumbi MSC dalam materinya yang mengajak para siswa/i lebih mendalami Kitab Suci.

Penyampaian materi oleh RP. Hermas Asumbi MSC selaku Moderator Umum dan Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado

Kegiatan ini diawali dengan ibadat sabda yang dipimpin oleh Fr. Stevanus Wohon MSC.  Pada hari terakhir, BCS ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Manado, RP. Hermas Asumbi MSC. Selama tiga hari, para peserta berdinamika bersama para fasilitator dan para pemateri untuk mendalami Kitab Suci. Tidak hanya itu, mereka juga diajak untuk membangun komunitas yang solid dengan semangat iman Katolik. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya bernuansa rohani semata, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai praktis dalam kehidupan sehari-hari.***(Fr. Edy Suprianto MSC)